Bab 15 – Ungkapan Hati yang Tak Terduga

Β±2.700 kata, sekitar 13 menit baca
πŸ‘οΈ 10 tayangan

MR. WOODHOUSE, seperti biasa, tak butuh waktu lama untuk siap menikmati tehnya. Dan setelah tehnya tandas, ia langsung merasa waktunya pulang telah tiba. Butuh kerja keras dari ketiga pendampingnya untuk mengalihkan perhatiannya dari jam yang terus berdetakβ€”sementara para pria lain belum juga kembali ke ruang tamu.

Mr. Weston, yang selalu hangat dan senang berbincang, tentu bukan penganut paham β€œberpisah lebih awal lebih baik.” Namun akhirnya, barisan tamu di ruang duduk pun bertambah. Salah satu yang pertama kembali adalah Mr. Elton, dengan semangat yang tampak tak berkurang sedikit pun. Mrs. Weston dan Emma tengah duduk berdampingan di sofa saat pria itu masuk dan, tanpa perlu banyak basa-basi, langsung menyelipkan dirinya di antara mereka.

Emma, yang hatinya sedang hangat oleh bayang-bayang menyenangkan tentang kemungkinan kedatangan Frank Churchill, dengan senang hati memutuskan untuk melupakan tingkah tak sopan Mr. Elton sebelumnya. Ia memilih untuk memaafkan dan menerima pria itu seperti sediakalaβ€”apalagi saat Mr. Elton membuka percakapan dengan membahas Harriet. Ia bahkan sempat tersenyum ramah.

Mr. Elton mengaku begitu cemas pada sahabat cantik Emmaβ€”sahabat manis, lembut, dan menawan itu. “Apakah Anda sudah mendengar kabar terbaru darinya?” tanyanya. “Apakah ada perkembangan sejak terakhir kita di Randalls? Saya benar-benar khawatir, sungguh… sakit seperti itu membuat saya sangat was-was.”

Ia terus berbicara dengan nada simpatik dan penuh perhatian. Walau nyaris tak mendengarkan jawaban, tampaknya ia cukup peduli dengan ancaman penyakit tenggorokan parah. Emma, saat itu, tak sulit untuk bersikap baik padanya.

πŸ“–

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Emma

×
×