The Case-Book of Sherlock Holmes
The Case-Book of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Rp79.600
Lihat di Shopee
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Rp52.000
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Northanger Abbey - Jane Austen (Noura Publishing)
Rp67.150
Lihat di Shopee
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Rp69.000
Lihat di Shopee
Peter Pan - J. M. Barrie
Peter Pan - J. M. Barrie
Rp44.250
Lihat di Shopee

Bab 2 – Mr. Weston, Pria Ramah yang Penuh Cerita

• Emma •

👁️ 19 views

MR. WESTON adalah putra daerah Highbury—terlahir dari keluarga terhormat yang, dalam dua atau tiga generasi terakhir, pelan-pelan menanjak statusnya, baik dalam martabat maupun kekayaan. Ia menerima pendidikan yang baik, tetapi ketika masih muda ia sudah mewarisi sedikit harta yang cukup untuk hidup mandiri. Dan karena itulah, ia merasa enggan mengikuti jejak saudara-saudaranya yang bergelut dalam pekerjaan yang lebih membumi.

Sebaliknya, jiwa sosialnya yang hangat dan pikirannya yang ceria serta penuh semangat menemukan pelampiasan dalam dunia militer. Ia pun bergabung dengan milisi wilayahnya, yang saat itu tengah aktif.

Sebagai Kapten Weston, ia menjadi sosok kesayangan banyak orang. Maka ketika jalan hidup mempertemukannya dengan Miss Churchill—putri dari keluarga besar di Yorkshire—dan sang nona jatuh cinta padanya, nyaris tak ada yang terkejut… kecuali kakak laki-laki Miss Churchill dan istrinya, yang belum pernah sekalipun bertemu dengan sang kapten, dan terlalu larut dalam gengsi serta harga diri keluarga yang mereka rasa terancam oleh hubungan itu.

Namun Miss Churchill sudah cukup umur—dan menguasai hartanya sendiri (meskipun hartanya itu, tentu saja, tak sebanding dengan tanah warisan keluarga). Tak satu pun bujukan mampu menggoyahkan niatnya untuk menikah. Pernikahan pun berlangsung, dan pasangan Mr. dan Mrs. Churchill menyambut kabar itu dengan keterpaksaan yang penuh kepura-puraan. Bagi mereka, ini pernikahan yang tak pantas, dan kenyataannya memang tidak menghasilkan banyak kebahagiaan.

Mrs. Weston seharusnya bisa menemukan lebih banyak makna di dalamnya—ia memiliki suami dengan hati hangat dan perangai lembut, yang menganggap setiap perhatian kecilnya sebagai anugerah luar biasa karena telah mencintainya. Namun, sayangnya, meski ia diberkahi keberanian, ia tak punya keteguhan hati. Ia mampu menentang kehendak kakaknya, tetapi tak mampu menahan sesal atas kemarahan yang sebenarnya tak masuk akal. Ia rindu akan kenyamanan hidup lamanya, yang kini jauh dari jangkauan. Mereka hidup di atas rata-rata bahkan cenderung berlebih, tetapi itu pun masih jauh dari kemewahan di Enscombe. Ia tak pernah berhenti mencintai suaminya, tapi dalam hatinya, ia menginginkan dua hal sekaligus: menjadi istri Kapten Weston dan tetap menjadi Miss Churchill dari Enscombe.

Ironisnya, pria yang oleh keluarga Churchill dianggap “beruntung luar biasa” mendapatkan gadis seperti Miss Churchill, justru akhirnya menjadi pihak yang paling merugi. Tiga tahun setelah menikah, istrinya meninggal dunia—meninggalkannya dalam kondisi keuangan yang lebih buruk dari sebelumnya, dan dengan seorang anak kecil yang harus ia besarkan sendiri.

Namun beban itu tak lama bersamanya. Si anak laki-laki—yang kelak bernama Frank—telah menjadi semacam jembatan damai. Penyakit ibunya yang berkepanjangan membuat pasangan Churchill sedikit melunak. Tak punya anak sendiri atau sanak keluarga dekat lain untuk diwarisi, mereka menawarkan untuk mengurus dan membesarkan Frank sepenuhnya. Bisa dibayangkan, tentu saja, sang ayah punya keberatan dan keraguan tersendiri… tapi pada akhirnya, demi masa depan anak itu, ia menyerahkan Frank ke tangan dan kekayaan keluarga Churchill. Ia sendiri kini hanya perlu mencari kenyamanan dan memperbaiki nasib sebaik mungkin.

Max Havelaar - Multatuli
Max Havelaar - Multatuli
Rp77.500
Lihat di Shopee
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
Pollyanna - Eleanor H. Potter
Pollyanna - Eleanor H. Potter
Rp37.500
Lihat di Shopee
Man Candy - Indah Hanaco
Man Candy - Indah Hanaco
Rp75.050
Lihat di Shopee
Coming Up for Air - George Orwell
Coming Up for Air - George Orwell
Rp63.750
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Rp118.150
Lihat di Shopee

Saat itulah perubahan besar dalam hidup menjadi kebutuhan. Ia meninggalkan milisi dan menekuni dunia dagang, dibantu oleh saudara-saudaranya yang telah mapan di London. Ia mendapatkan jalan masuk yang baik—pekerjaan yang cukup menyibukkan namun tidak menyesakkan. Ia masih memiliki rumah kecil di Highbury, tempat ia sering kembali di sela-sela waktunya, dan di antara kesibukan dan pergaulan, hidupnya selama 18 atau 20 tahun ke depan berjalan dengan cukup ceria.

Saat semua itu berlalu, ia telah mengumpulkan cukup harta untuk hidup nyaman. Cukup untuk membeli sebidang tanah kecil di dekat Highbury—yang telah lama ia incar. Cukup juga untuk menikahi perempuan tanpa harta sekalipun, seperti Miss Taylor, dan tetap hidup sesuai dengan sifatnya yang ramah dan suka bersosialisasi.

Sudah cukup lama sebenarnya Miss Taylor memengaruhi rencana hidupnya. Namun karena pengaruh itu bukanlah godaan muda-mudi yang terburu-buru, ia tetap berpegang pada prinsip: tak akan menetap sebelum berhasil membeli Randalls. Ia telah lama menunggu rumah itu dijual. Dan kini, setelah penantian dan kerja keras, semua telah tercapai: ia punya kekayaan, punya rumah, dan punya istri. Ia memulai babak baru dalam hidupnya, dengan kemungkinan bahagia yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Sejujurnya, Mr. Weston bukanlah pria yang mudah merasa tidak bahagia. Bahkan dalam pernikahan pertamanya, wataknya yang ceria telah menyelamatkannya. Tapi pernikahan keduanya ini—dengan seorang wanita baik dan bijaksana—membuktikan satu hal penting: betapa lebih menyenangkan menjadi pihak yang memilih daripada yang dipilih, betapa lebih manis rasanya melihat seseorang berterima kasih dibanding merasa berutang budi.

Pilihan itu sepenuhnya miliknya. Kekayaan yang ia punya bukan milik siapa pun selain dirinya. Soal Frank? Bukan hanya diasuh secara tidak langsung sebagai pewaris sang paman—pada usia dewasa, ia bahkan telah resmi mengambil nama Churchill. Jadi sangat kecil kemungkinannya ia akan bergantung pada sang ayah. Mr. Weston pun tak mengkhawatirkannya. Meski sang bibi dikenal sebagai wanita yang moody dan suka mendikte suaminya, Mr. Weston—dengan pembawaannya yang optimistis—tak pernah membayangkan bahwa sifat labil seperti itu bisa mengancam nasib anaknya, yang menurutnya sangat pantas dicintai.

Ia bertemu putranya setiap tahun di London, dan selalu bangga padanya. Dan karena cerita-ceritanya yang penuh pujian tentang “Frank yang tampan dan pintar,” seluruh Highbury pun merasa memiliki kebanggaan tersendiri akan anak muda itu.

Max Havelaar - Multatuli
Max Havelaar - Multatuli
Rp77.500
Lihat di Shopee
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
Pollyanna - Eleanor H. Potter
Pollyanna - Eleanor H. Potter
Rp37.500
Lihat di Shopee
Man Candy - Indah Hanaco
Man Candy - Indah Hanaco
Rp75.050
Lihat di Shopee
Coming Up for Air - George Orwell
Coming Up for Air - George Orwell
Rp63.750
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Rp118.150
Lihat di Shopee

Frank Churchill pun menjadi semacam kebanggaan desa, figur yang terus-menerus dibicarakan dengan antusiasme. Sayangnya, rasa penasaran masyarakat tidak pernah berbalas: ia tak pernah menginjakkan kaki di Highbury seumur hidupnya. Rencana kunjungan ke ayahnya sering dibicarakan—tapi selalu gagal terwujud.

Begitu pernikahan ayahnya berlangsung, segera saja seluruh Highbury seolah sepakat—seakan tak perlu ada perdebatan—bahwa sudah waktunya Mr. Frank Churchill datang berkunjung. Tak ada suara sumbang soal ini, baik saat Mrs. Perry minum teh di rumah Mrs. Bates dan putrinya, maupun saat ibu dan anak itu datang berkunjung balik. Ini waktunya. Tak diragukan lagi, sekaranglah saat yang paling tepat bagi Frank Churchill untuk menampakkan diri di tengah mereka.

Harapan itu makin menguat ketika terdengar kabar bahwa Frank telah menulis surat kepada ibu tirinya. Bukan surat biasa, kata mereka. “Kau pasti sudah dengar soal surat yang luar biasa dari Mr. Frank Churchill kepada Mrs. Weston? Kabarnya sangat indah—sungguh-sungguh sopan dan penuh perhatian. Mr. Woodhouse sendiri yang bilang begitu. Ia bahkan melihat suratnya langsung, dan katanya, belum pernah ia membaca surat seelok itu seumur hidupnya!”

Surat itu memang disambut dengan segala pujian. Bagi Mrs. Weston—yang sejak awal memang telah membayangkan yang terbaik tentang anak muda itu—perhatian kecil yang manis seperti ini terasa sebagai bukti mutlak kecerdasannya. Surat itu menjadi tambahan yang sempurna untuk segala ucapan selamat yang telah ia terima sejak menikah. Ia merasa dirinya benar-benar wanita paling beruntung di dunia.

Dan ia cukup lama hidup untuk tahu bahwa keberuntungan seperti ini bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele—terutama bila satu-satunya penyesalan hanyalah perpisahan sebagian dari teman-teman yang begitu mencintainya, yang tak pernah sedikit pun mendingin dalam rasa sayang, dan yang sebenarnya sangat berat melepaskannya.

Ia tahu akan ada momen-momen ketika dirinya dirindukan. Ia tak bisa membayangkan tanpa rasa nyeri bahwa Emma akan kehilangan sedikit saja kesenangan, atau sekadar merasa jemu karena kehilangan teman sepermainannya. Namun Emma, sebagaimana ia kenal, bukan gadis lemah. Ia lebih siap menghadapi kenyataan ini dibandingkan kebanyakan perempuan seusianya. Ia punya akal sehat, energi, dan semangat yang cukup untuk melalui segala kesulitan kecil dan kekosongan yang menyertainya.

Lagipula, ada penghiburan tersendiri dalam jarak Randalls ke Hartfield yang hanya selemparan batu saja jauhnya—cukup dekat bahkan untuk seorang wanita berjalan sendirian dengan nyaman. Belum lagi watak Mr. Weston yang begitu menyenangkan dan kondisi hidupnya yang memungkinkan mereka untuk menghabiskan separuh malam dalam seminggu bersama.

Max Havelaar - Multatuli
Max Havelaar - Multatuli
Rp77.500
Lihat di Shopee
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
Pollyanna - Eleanor H. Potter
Pollyanna - Eleanor H. Potter
Rp37.500
Lihat di Shopee
Man Candy - Indah Hanaco
Man Candy - Indah Hanaco
Rp75.050
Lihat di Shopee
Coming Up for Air - George Orwell
Coming Up for Air - George Orwell
Rp63.750
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Rp118.150
Lihat di Shopee

Dengan semua itu, Mrs. Weston nyaris tak punya alasan untuk mengeluh. Hampir seluruh waktu diisi oleh rasa syukur, hanya sesekali dihinggapi sebersit kerinduan. Kepuasannya—lebih dari sekadar puas, bahkan semacam kebahagiaan yang tenang—begitu tulus dan terang benderang, hingga Emma pun, yang sudah sangat paham tabiat ayahnya, kadang masih heran melihat betapa Mr. Woodhouse bisa terus saja merasa kasihan pada “Miss Taylor yang malang,” bahkan setelah melihatnya tinggal di Randalls yang nyaman, dikelilingi segala kemudahan rumah tangga, atau saat melihatnya pergi dengan wajah bahagia, digandeng suami ramah, masuk ke kereta milik mereka sendiri.

Namun, ya, tak pernah sekalipun Miss Taylor pergi tanpa Mr. Woodhouse menghela napas lembut dan bergumam, “Ah, Miss Taylor yang malang! Ia pasti lebih senang tinggal di sini.”

Tak ada harapan untuk “mengembalikan” Miss Taylor. Dan tak ada tanda-tanda Mr. Woodhouse akan berhenti merasa kasihan padanya. Namun beberapa minggu kemudian, sedikit demi sedikit, rasa pilunya mulai mereda.

Ucapan selamat dari para tetangga sudah berhenti berdatangan. Tak ada lagi yang mengganggunya dengan kegembiraan yang tak ia rasakan. Dan—yang paling melegakan—kue pengantin itu akhirnya habis juga.

Sejak awal, kue itu menjadi sumber penderitaan besar baginya. Perutnya yang rapuh tak sanggup menerima makanan berat, dan ia selalu mengira bahwa semua orang memiliki sistem pencernaan yang sama lemahnya. Baginya, apa yang tak sehat untuk dirinya, pastilah juga buruk bagi orang lain.

Ia telah berusaha sekuat tenaga mencegah keberadaan kue itu sejak awal. Saat gagal, ia lalu mencoba mencegah siapa pun menyantapnya. Ia bahkan sempat berkonsultasi dengan Mr. Perry, sang apoteker—pria cerdas dan berwibawa, yang kunjungannya rutin menjadi hiburan utama bagi Mr. Woodhouse. Dan meskipun tampaknya agak bertentangan dengan hati nuraninya, Mr. Perry akhirnya mengakui bahwa memang benar: kue pengantin bisa jadi kurang cocok bagi banyak orang—bahkan mungkin bagi kebanyakan orang, kecuali jika disantap dalam jumlah yang sangat sedikit.

Dengan pernyataan itu sebagai penguat keyakinannya, Mr. Woodhouse pun berupaya keras mencegah siapa pun menyentuh kue tersebut. Namun, seperti sudah bisa diduga, kue itu tetap dimakan juga. Dan tidak ada ketenangan bagi sarafnya yang penuh kasih sayang sampai tiap remahannya lenyap tak bersisa.

Desas-desus aneh bahkan sempat beredar di Highbury: kabarnya seluruh anak-anak keluarga Perry terlihat memegang sepotong kue pengantin Mrs. Weston. Namun Mr. Woodhouse menolak mempercayainya.

“Tidak. Tidak mungkin. Itu mustahil,” katanya pelan, sambil menggeleng dengan prihatin. “Itu… tentu saja cuma gosip.”

Akses Terjemahan Gratis

Kamu hanya bisa membaca 3 bab lagi. Silakan buat akun KlikNovel untuk mengakses semua 84 bab secara GRATIS!

5 bab gratis84 bab total
Daftar Sekarang

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

💖 Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti Emma karya Jane Austen ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria 🙏

Lihat semua opsi kontribusi

The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Rp84.150
Lihat di Shopee
The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
Sense and Sensibility - Jane Austen (Pastel Books)
Sense and Sensibility - Jane Austen (Pastel Books)
Rp49.500
Lihat di Shopee
The Picture of Dorian Gray - Oscar Wilde
The Picture of Dorian Gray - Oscar Wilde
Rp44.250
Lihat di Shopee
Gulliver\'s Travel -
Gulliver\'s Travel -
Rp59.250
Lihat di Shopee
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Rp58.500
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

Moby Dick - Herman Melville
Moby Dick - Herman Melville
Rp40.500
Lihat di Shopee
Sense and Sensibility - Jane Austen (Shandi Publisher)
Sense and Sensibility - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp108.300
Lihat di Shopee
The Sexy Secret - Indah Hanaco
The Sexy Secret - Indah Hanaco
Rp71.250
Lihat di Shopee
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Rp45.300
Lihat di Shopee
Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Rp42.750
Lihat di Shopee
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
The Snow Queen and Other Tales - Hans Christian Andersen
Rp36.750
Lihat di Shopee

• Emma •