Rekomendasi
The Age of Innocence - Edith Wharton
The Age of Innocence - Edith Wharton
Lihat Buku
Rekomendasi
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Peter Pan - J. M. Barrie
Peter Pan - J. M. Barrie
Lihat Buku

Bab 1 – Mr. Sherlock Holmes

• The Hound of the Baskervilles •

👁️ 1 tayangan

MR. SHERLOCK HOLMES, yang biasanya bangun sangat siang di pagi hari—kecuali pada kesempatan-kesempatan yang tidak jarang di mana ia terjaga sepanjang malam—pada saat itu duduk di meja sarapan. Aku berdiri di atas permadani dekat perapian dan memungut tongkat yang telah ditinggalkan oleh tamu kami pada malam sebelumnya.

Itu adalah sepotong kayu yang bagus, tebal, dengan kepala membulat, dari jenis yang dikenal sebagai Penang Lawyer. Tepat di bawah kepalanya terdapat pita perak lebar, hampir satu inci melingkar. “Untuk James Mortimer, M.R.C.S., dari teman-temannya di C.C.H.,” terukir di atasnya, bersama ukiran tahun “1884.” Tongkat itu persis seperti yang biasa dibawa oleh dokter keluarga zaman lama—berwibawa, kokoh, dan menenteramkan.

“Baiklah, Watson, apa pendapatmu tentang tongkat itu?”

Holmes duduk membelakangiku, dan aku sama sekali tidak memberi tanda mengenai apa yang sedang kulakukan.

“Bagaimana kau tahu apa yang sedang kulakukan? Rasanya seolah-olah kau memiliki mata di belakang kepalamu.”

“Setidaknya, aku memiliki teko kopi berlapis perak yang mengilap di hadapanku,” katanya. “Namun katakanlah, Watson, apa yang dapat kau simpulkan dari tongkat tamu kita ini? Karena kita sungguh tidak beruntung telah melewatkan kedatangannya dan tidak mengetahui apa maksud kunjungannya, maka kenang-kenangan yang tidak disengaja ini menjadi penting. Mari kudengar bagaimana kau merekonstruksi orang itu melalui pemeriksaan terhadap benda ini.”

“Aku pikir,” kataku, berusaha mengikuti sejauh mungkin metode yang biasa dipakai rekan sekamarku, “bahwa dr. Mortimer adalah seorang dokter yang berhasil, berusia lanjut, dan dihormati, karena mereka yang mengenalnya memberikan tanda penghargaan ini kepadanya.”

“Bagus!” kata Holmes. “Sangat baik!”

“Aku juga berpikir bahwa kemungkinan besar dia adalah seorang dokter pedesaan yang banyak melakukan kunjungan dengan berjalan kaki.”

“Mengapa begitu?”

“Karena tongkat ini, meskipun pada awalnya sangat indah, telah begitu banyak terbentur sehingga aku sulit membayangkan yang biasa membawanya ddalah seorang dokter kota. Ujung besi tebalnya sudah aus, jadi jelas bahwa dia telah banyak berjalan dengan membawa tongkat ini.”

Rekomendasi
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku

“Tepat sekali!” kata Holmes.

“Dan lagi, ada tulisan ‘teman-teman dari C.C.H.’ Aku menduga itu adalah singkatan dari sesuatu seperti kelompok perburuan setempat, yang mungkin pernah menerima bantuan bedah darinya, dan sebagai balasannya memberikan hadiah kecil ini.”

“Sungguh, Watson, kau melampaui dirimu sendiri,” kata Holmes, sambil mendorong kursinya ke belakang dan menyalakan sebatang rokok. “Harus kuakui bahwa dalam semua catatan yang dengan begitu baik telah kau buat mengenai pencapaianku yang tidak seberapa menonjol, kau secara tanpa sengaja telah meremehkan kemampuanmu sendiri.

“Mungkin kau memang bukan jenis orang yang bersinar dengan sendirinya, tetapi kau adalah pengantar cahaya. Beberapa orang, meskipun tidak memiliki kejeniusan, memiliki kemampuan luar biasa untuk merangsang hal itu. Aku mengakui, sahabatku, bahwa aku sangat berutang padamu.”

Ia belum pernah mengatakan ucapan sedalam itu sebelumnya, dan harus kuakui bahwa kata-katanya memberiku kesenangan yang mendalam, sebab aku sering tersinggung oleh sikapnya yang tampak acuh terhadap kekagumanku serta terhadap usaha-usahaku untuk mempublikasikan metodenya. Aku juga merasa bangga karena telah cukup menguasai sistem analisisnya sehingga mampu menerapkannya dengan cara yang diakui olehnya.

Ia kini mengambil tongkat itu dari tanganku dan memeriksa benda tersebut selama beberapa menit dengan mata telanjang. Kemudian, dengan ekspresi penuh minat, ia meletakkan rokoknya, dan membawa tongkat itu ke jendela, menelitinya kembali dengan sebuah lensa cembung.

“Menarik, meskipun sederhana,” katanya ketika kembali ke sudut favoritnya di sofa. “Ada satu atau dua petunjuk pada tongkat ini. Benda ini memberi kita dasar untuk beberapa deduksi.”

“Apakah ada sesuatu yang terlewat olehku?” tanyaku dengan sedikit rasa bangga diri. “Aku harap tidak ada hal penting yang luput dari perhatianku.”

“Aku khawatir, sahabatku Watson, bahwa sebagian besar kesimpulanmu keliru. Ketika kukatakan bahwa kau memicu penalaranku, maksudku—terus terang saja—bahwa dengan mencatat kekeliruanmu, aku kadang-kadang justru diarahkan menuju kebenaran. Bukan berarti engkau sepenuhnya salah dalam hal ini. Orang itu memang seorang dokter pedesaan. Dan dia banyak berjalan kaki.”

Rekomendasi
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku

“Jadi aku benar.”

“Dalam batas itu.”

“Tetapi hanya itu saja.”

“Tidak, tidak, sahabatku Watson, bukan hanya itu—sama sekali bukan. Aku akan menyarankan, misalnya, bahwa sebuah hadiah kepada seorang dokter akan lebih mungkin berasal dari satu rumah sakit daripada dari kelompok perburuan, dan bahwa ketika inisial ‘C.C.’ ditempatkan di depan nama rumah sakit, kata-kata ‘Charing Cross’ dengan sangat wajar terlintas.”

“Mungkin kau benar.”

“Kemungkinannya memang mengarah ke sana. Dan jika kita menjadikannya sebagai hipotesis kerja, kita memiliki dasar baru untuk memulai rekonstruksi kita mengenai tamu yang tak dikenal ini.”

“Baiklah, jika kita anggap bahwa ‘C.C.H.’ memang berarti ‘Charing Cross Hospital,’ kesimpulan apa lagi yang dapat kita tarik?”

“Tidakkah ada yang terlintas olehmu? Kau sudah mengetahui metodenya. Terapkanlah!”

“Aku hanya dapat memikirkan kesimpulan yang jelas bahwa orang itu pernah membuka praktik di kota sebelum pergi ke pedesaan.”

“Menurutku kita dapat melangkah sedikit lebih jauh dari itu. Lihatlah dari sudut ini. Pada kesempatan apa kemungkinan besar hadiah seperti itu diberikan? Kapan teman-temannya akan bersatu untuk memberikan tanda penghargaan sebagai wujud itikad baik mereka?

“Jelas pada saat dr. Mortimer meninggalkan tugasnya di rumah sakit untuk memulai praktik sendiri. Kita tahu ada pemberian hadiah. Kita percaya telah terjadi perpindahan dari rumah sakit di kota ke tempat praktik di pedesaan. Apakah terlalu jauh jika kita menyimpulkan bahwa hadiah itu diberikan pada saat kepindahan tersebut berlangsung?”

“Itu tampaknya cukup masuk akal.”

“Sekarang, perhatikan bahwa dia tidak mungkin salah satu dari staf tetap rumah sakit, sebab hanya seorang dokter yang telah mapan dalam usaha praktiknya di London yang dapat memegang posisi semacam itu, dan orang seperti itu tidak akan pindah ke pedesaan. Lalu apa dia?

“Jika dia berada di rumah sakit namun bukan bagian dari staf permanen, maka dia mungkin hanyalah seorang house-surgeon atau house-physician—tidak lebih dari seorang mahasiswa senior. Dan dia meninggalkan posisi itu lima tahun yang lalu—waktunya tertera pada tongkat.

Rekomendasi
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku

“Jadi, dokter keluarga yang terhormat dan berusia matang itu lenyap begitu saja, sahabatku Watson, dan sebagai gantinya muncul seorang pria muda di bawah usia tiga puluh tahun, ramah, tidak ambisius, pelupa, dan memiliki seekor anjing kesayangan, yang dalam gambaran kasarku itu adalah jenis yang lebih besar dari terrier tetapi lebih kecil dari mastiff.”

Aku tertawa tidak percaya ketika Sherlock Holmes bersandar di sofa dan meniupkan cincin-cincin asap kecil yang melayang tak menentu ke arah langit-langit.

“Mengenai bagian yang terakhir itu, aku tidak memiliki cara untuk memeriksa kebenarannya,” kataku, “namun setidaknya tidak sulit untuk menemukan beberapa keterangan mengenai usia dan riwayat profesional orang ini.”

Dari rak kecil buku kedokteranku, aku mengambil Medical Directory dan mencari nama yang tertera pada tongkat. Ada beberapa Mortimer, tetapi hanya satu yang mungkin merupakan tamu kami. Aku membacakan catatannya dengan suara keras.

“Mortimer, James, M.R.C.S., 1882, Grimpen, Dartmoor, Devon. House-surgeon, dari 1882 hingga 1884, di Charing Cross Hospital. Pemenang hadiah Jackson untuk Patologi Perbandingan, dengan esai berjudul Is Disease a Reversion? Anggota korespondensi dari Swedish Pathological Society. Penulis Some Freaks of Atavism, diterbitkan di Lancet tahun 1882. Penulis Do We Progress? dalam Journal of Psychology, Maret 1883. Petugas medis untuk paroki Grimpen, Thorsley, dan High Barrow.”

“Tidak ada penyebutan tentang kelompok perburuan setempat itu, Watson,” kata Holmes dengan senyum usil, “namun benar sekali bahwa dia adalah seorang dokter pedesaan, seperti yang dengan sangat cermat telah kau amati. Kurasa aku cukup beralasan dalam kesimpulanku. Mengenai sifat-sifatnya, jika aku tidak keliru, aku menyebutnya ramah, tidak ambisius, dan pelupa.

“Berdasarkan pengalamanku, hanya orang yang ramah di dunia ini yang menerima penghargaan semacam itu, hanya yang tidak ambisius yang mau meninggalkan karier di London untuk pergi ke pedesaan, dan hanya seorang pelupa yang meninggalkan tongkatnya tetapi bukan kartu namanya setelah menunggu selama satu jam di ruang tamumu.”

Rekomendasi
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku

“Dan anjingnya?”

“Anjing itu telah terbiasa membawa tongkat ini di belakang tuannya. Karena tongkat ini berat, anjing itu menggenggamnya kuat-kuat di bagian tengah, dan bekas giginya terlihat sangat jelas. Rahang anjing itu, sebagaimana tampak dari jarak antara bekas-bekas gigitan tersebut, menurut pendapatku terlalu lebar untuk ukuran rahang seekor terrier dan tidak cukup lebar untuk seekor mastiff. Mungkin itu—ya, demi Tuhan, memang seekor spaniel berbulu keriting.”

Ia bangkit dan berjalan mondar-mandir di ruangan saat berbicara. Kini ia berhenti di ceruk jendela. Ada keyakinan yang begitu kuat dalam suaranya sehingga aku menatapnya dengan terkejut.

“Sahabatku, bagaimana mungkin kau bisa begitu yakin akan hal itu?”

“Karena alasan yang sangat sederhana: aku sendiri sedang melihat anjing itu tepat di depan pintu kita, dan di sana ada bunyi bel dari pemiliknya. Jangan bergerak, aku mohon, Watson. Dia adalah rekan seprofesimu, dan kehadiranmu mungkin berguna bagiku.

“Inilah saat dramatis dari takdir, Watson, ketika engkau mendengar langkah di tangga yang sedang memasuki hidupmu, dan engkau tidak tahu apakah itu akan membawa kebaikan atau keburukan. Apa yang diminta dr. James Mortimer, seorang ilmuwan, dari Sherlock Holmes, seorang spesialis dalam kejahatan? Masuklah!”

Penampilan tamu kami membuatku terkejut, sebab aku mengharapkan sosok dokter pedesaan yang khas. Namun ia seorang pria yang sangat tinggi dan kurus, dengan hidung panjang seperti paruh yang menonjol di antara dua mata abu-abu tajam yang letaknya berdekatan dan berkilau terang di balik kacamata berbingkai emas.

Ia berpakaian secara profesional, tetapi agak ceroboh, sebab jasnya tampak kusam dan celananya sudah usang. Meskipun masih muda, punggungnya yang panjang telah mulai membungkuk, dan ia berjalan dengan kepala condong ke depan serta sikap keseluruhan yang menunjukkan kebaikan hati yang penuh rasa ingin tahu.

Saat ia masuk, matanya tertuju pada tongkat di tangan Holmes, dan ia berlari ke arah benda itu dengan seruan gembira.

Rekomendasi
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku

“Saya sangat senang,” katanya. “Saya tidak yakin apakah saya meninggalkan tongkat ini di sini atau di Kantor Pelayaran. Saya tidak akan pernah rela kehilangan tongkat ini meski ditukar dengan apa pun di dunia ini.”

“Sebuah hadiah, saya lihat,” kata Holmes.

“Ya, Sir.”

“Dari Charing Cross Hospital?”

“Dari satu atau dua teman di sana pada saat pernikahan saya.”

“Wah, wah, itu tidak baik!” kata Holmes, sambil menggelengkan kepala.

Dr. Mortimer mengedipkan mata di balik kacamatanya dengan keheranan ringan. “Mengapa itu tidak baik?”

“Karena Anda telah mengacaukan sedikit bagian dari deduksi kecil kami. Pernikahan Anda, Anda bilang?”

“Ya, Sir. Saya menikah, dan dengan demikian harus meninggalkan rumah sakit, serta semua harapan untuk membuka praktik konsultasi. Saya perlu lebih banyak waktu untuk membina rumah tangga kami.”

“Baiklah, baiklah, kita tidak sepenuhnya keliru, setelah semua ini,” kata Holmes. “Dan sekarang, dr. James Mortimer—”

“Bukan dokter, Sir, tetapi Mister—seorang M.R.C.S. yang sederhana.”

“Dan seorang pria dengan pikiran yang tepat, jelas terlihat.”

“Seorang pengamat sains yang amatir, Mr. Holmes, seorang pengumpul kerang di tepi samudra besar yang tak diketahui. Saya beranggapan bahwa yang sedang saya ajak bicara adalah Mr. Sherlock Holmes dan bukan—”

“Bukan, ini sahabat saya, dr. Watson.”

“Senang berkenalan dengan Anda, Sir. Saya telah mendengar nama Anda disebut-sebut sehubungan dengan sahabat Anda. Anda sangat menarik bagi saya, Mr. Holmes. Saya hampir tidak mengira akan menemukan tengkorak yang begitu dolichocephalic atau perkembangan supra-orbital yang begitu jelas.

“Apakah Anda keberatan jika saya meraba celah parietal Anda dengan jari? Sebuah cetakan tengkorak kepala Anda, Sir, sampai yang asli tersedia, akan menjadi hiasan bagi museum antropologi mana pun. Bukan maksud saya untuk berkata secara berlebihan, tetapi saya akui bahwa saya menginginkan tengkorak Anda.”

Sherlock Holmes mempersilakan tamu aneh kami duduk.

“Anda seorang penggemar dalam bidang pemikiran Anda, saya perhatikan, Sir, sebagaimana saya dalam bidang saya,” katanya. “Saya melihat dari jari telunjuk Anda bahwa Anda melinting rokok sendiri. Jangan ragu untuk menyalakannya di sini.”

Rekomendasi
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku

Pria itu mengeluarkan kertas dan tembakau, lalu menggulung keduanya dengan ketangkasan yang mengejutkan. Ia memiliki jari-jari panjang yang bergetar, lincah dan gelisah seperti antena seekor serangga.

Holmes tetap diam, tetapi lirikan matanya yang cepat menunjukkan kepadaku betapa besar minatnya terhadap tamu kami yang aneh ini.

“Saya kira, Sir,” katanya akhirnya, “bahwa Anda tidak datang kemari semata-mata untuk memeriksa tengkorak kepala saya ketika Anda memberi saya kehormatan dengan berkunjung tadi malam dan kembali lagi hari ini?”

“Tidak, Sir, tidak; meskipun saya juga senang mendapat kesempatan untuk melakukan kunjungan ini. Saya datang kepada Anda, Mr. Holmes, karena saya menyadari bahwa saya sendiri bukanlah seorang yang praktis dan karena saya tiba-tiba dihadapkan pada suatu persoalan yang sangat serius dan luar biasa. Dengan menyadari bahwa Anda adalah ahli nomor dua di Eropa—”

“Benarkah, Sir? Bolehkah saya bertanya siapa yang mendapat kehormatan ditempatkan sebagai yang pertama di Eropa?” tanya Holmes dengan nada agak tajam.

“Bagi orang-orang dengan pemikiran yang benar-benar ilmiah, karya Monsieur Bertillon pastilah memiliki daya tarik yang besar.”

“Kalau begitu, bukankah lebih baik Anda berkonsultasi dengannya?”

“Saya mengatakan, Sir, bagi orang-orang dengan pemikiran yang benar-benar ilmiah. Namun sebagai seorang praktisi yang menangani perkara nyata, harus diakui bahwa hanya Anda-lah yang menonjol sendirian. Saya harap, Sir, bahwa saya tidak secara tidak sengaja—”

“Hanya sedikit,” kata Holmes. “Saya kira, dr. Mortimer, Anda akan bertindak bijaksana jika tidak berpanjang-panjang kata dan dengan ramah menjelaskan kepada saya secara langsung apa sebenarnya persoalan yang Anda bawa dan untuknya Anda meminta bantuan saya.”

Catatan: M.R.C.S. adalah singkatan dari Member of the Royal College of Surgeons, gelar resmi yang diberikan oleh seorang ahli bedah tersertifikasi di Inggris. Saat mengoreksi panggilan dokter untuknya oleh Sherlock Holmes, James Mortimer sedang menunjukkan bahwa dirinya bukanlah seorang dokter umum, melainkan ahli bedah yang umum dipanggil sebagai Mister.

The Hound of the Baskervilles ⭐ Pilihan Editor Bab 2 / 17
The Hound of the Baskervilles
Sisa 2 bab lagi yang bisa kamu baca tanpa membuat akun KlikNovel.
Progres Zona Bebas: 50%

💝 Suka terjemahan ini?

Dukung KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel klasik seperti The Hound of the Baskervilles.

Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
The Picture of Dorian Gray - Oscar Wilde
The Picture of Dorian Gray - Oscar Wilde
Lihat Buku
Rekomendasi
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Le Petit Prince - Antoine de Saint-Exupery
Lihat Buku
Rekomendasi
The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Lihat Buku
Rekomendasi
Frankenstein - Mary Shelley
Frankenstein - Mary Shelley
Lihat Buku

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Rekomendasi
The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Lihat Buku
Rekomendasi
Poirot\\\\\\\'s Early Cases - Agatha Christie
Poirot\\\\\\\'s Early Cases - Agatha Christie
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Gramedia)
Northanger Abbey - Jane Austen (Gramedia)
Lihat Buku
Rekomendasi
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Lihat Buku
Rekomendasi
The Case Book of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Case Book of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Frankenstein - Mary Shelley
Frankenstein - Mary Shelley
Lihat Buku
×
×