The Valley of Fear

BAGIAN II: PARA PENGANCAM

Bab 1 – Pria Itu

πŸ‘οΈ 0 tayangan

TANGGAL empat Februari tahun 1875. Musim dingin tahun itu sangat keras, dan salju menumpuk tebal di celah-celah Pegunungan Gilmerton. Namun bajak uap tetap menjaga jalur kereta terbuka, dan kereta malam yang menghubungkan deretan panjang pemukiman tambang batu bara dan pengolahan besi itu perlahan merintih mendaki tanjakan curam yang membentang dari Stagville di dataran rendah menuju Vermissa, kota utama yang terletak di hulu Lembah Vermissa.

Dari titik itu rel kemudian menurun menuju Bartons Crossing, Helmdale, dan wilayah pertanian murni di county Merton. Jalurnya hanya rel tunggal; tetapi di setiap jalur persilanganβ€”dan jumlahnya banyakβ€”deretan panjang gerbong penuh batu bara dan bijih besi memperlihatkan kekayaan tersembunyi yang telah mendatangkan penduduk kasar dan kehidupan sibuk ke sudut paling terpencil di Amerika Serikat ini.

Dan memang terpencil! Tak mungkin perintis pertama yang pernah melintasinya membayangkan bahwa padang rumput paling indah dan lahan penggembalaan paling subur ternyata tak bernilai dibanding negeri muram penuh tebing hitam dan hutan belantara kusut ini. Di atas rimba gelap yang sering kali nyaris tak tertembus di lereng-lerengnya, mahkota pegunungan yang tinggi dan gundul menjulang di kedua sisi, dipenuhi salju putih dan batu bergerigi, menyisakan sebuah lembah panjang yang berkelok-kelok dan berliku di tengahnya.

Menyusuri lembah itulah kereta kecil itu merayap perlahan.

Lampu minyak baru saja dinyalakan di gerbong penumpang terdepan, sebuah gerbong panjang dan sederhana tempat sekitar dua puluh atau tiga puluh orang duduk. Sebagian besar adalah buruh yang pulang dari kerja sehari penuh di bagian bawah lembah. Setidaknya selusin orang, dari wajah mereka yang berjelaga dan lampu keselamatan yang mereka bawa, jelas merupakan para penambang. Mereka duduk merokok berkelompok dan berbicara dengan suara rendah, sesekali melirik dua pria di sisi seberang gerbong, yang dari seragam dan lencananya tampak sebagai polisi.

🔒

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 6 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×