Bab 10 — Malam Kesebelas
AKU sempat berdiri beberapa saat di puncak tangga, tapi kemudian makin sadar bahwa sosok tadi—si tamu tak diundang—memang sudah benar-benar pergi. Aku pun kembali ke kamarku.
Hal pertama yang kulihat dalam cahaya redup lilin yang tadi kutinggalkan menyala adalah tempat tidur kecil Flora… kosong. Napasku tercekat oleh rasa panik yang lima menit lalu masih bisa kutahan. Aku langsung berlari ke ranjang tempat dia tadi kubaringkan—dan di mana, karena seprai dan penutup sutra mungilnya terlihat awut-awutan, tirai putih di atasnya tampak seperti menutup tubuh—namun langkahku justru membangkitkan suara dari sisi lain.
Tirai jendela tampak bergerak pelan, dan Flora muncul dari baliknya—pipi merah muda, rambut ikal keemasan, dan kaki telanjang yang mungil, hanya mengenakan sedikit bagian dari pakaian tidurnya. Ia berdiri di sana, penuh ketulusan seperti biasa, tapi juga tampak sangat serius. Tak pernah sebelumnya aku merasa kehilangan kendali secepat ini, apalagi setelah barusan merasa begitu unggul—dan justru perasaan itu yang menghilang seketika ketika kudapati ia menatapku dengan ekspresi… menegur.
Lanjut Baca Sampai Tamat?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca (Bab 6). Buat akun sekarang untuk lanjut membaca terjemahan novel The Turn of the Screw sampai tamat secara GRATIS!
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.