Bagian 10 – Harapan untuk Ammi
AMMI tak pernah mau mendekati tempat itu lagi. Sudah lebih dari setengah abad sejak horor itu terjadi, tetapi ia tak pernah ke sana, dan akan merasa lega ketika waduk baru itu menghapusnya.
Aku pun akan merasa lega, sebab aku tak menyukai cara cahaya matahari berubah warna di sekitar mulut sumur terlantar yang kulewati itu. Aku berharap airnya akan selalu sangat dalamβtetapi meski begitu, aku tak akan pernah meminumnya. Kurasa aku tak akan lagi mengunjungi daerah Arkham.
Tiga dari pria yang bersama Ammi kembali keesokan paginya untuk melihat reruntuhan di siang hari, tetapi tak ada reruntuhan yang sesungguhnya. Hanya batu bata cerobong, batu-batu ruang bawah tanah, beberapa serpihan mineral dan logam di sana-sini, dan bibir sumur yang nefandus itu.
Selain kuda Ammi yang mati, yang mereka tarik dan kuburkan, serta kereta yang segera mereka kembalikan kepadanya, segala sesuatu yang pernah hidup telah lenyap. Dua hektar eldritch dari gurun debu kelabu tersisa, dan tak ada yang pernah tumbuh di sana sejak itu.
Hingga hari ini ia terhampar terbuka ke langit seperti noda besar yang dimakan asam di tengah hutan dan ladang, dan segelintir yang pernah berani memandangnya meskipun kisah-kisah pedesaan telah menamakannya βladang terkutukβ.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!














Silakan login untuk meninggalkan komentar.