Sastra Prancis

TERBARU

Le mystère de la chambre jaune

Karya: Gaston Leroux
Malam itu, udara di sekitar paviliun terasa ganjil—terlalu hening untuk sebuah rumah yang dihuni. Joseph Rouletabille berdiri di ambang pintu kamar kuning, matanya menyapu setiap sudut dengan ketelitian yang hampir menakutkan. “Tak ada jalan keluar,” gumamnya, seakan berbicara pada dirinya se...
Misteri
Baca Novel

Madame Bovary

Emma Bovary, istri dokter desa, bosan dengan kehidupan monotonnya. Ia mengidamkan kisah cinta ala novel romantis dan kemewahan Paris. Sayangnya, petualangannya justru membawanya ke jerat utang dan skandal. Karya klasik...
👁 160

Le Horla

Aku merasa ada sesuatu di balik punggungku—sesuatu yang mengawasi, diam-diam, dengan mata tak kasatmata. Udaraku terasa berat, seperti disentuh oleh napas makhluk yang tak terlihat. Aku tidak berani menoleh. Jantungku...
👁 134

Miss Harriet

Ia tinggal di loteng penginapan itu—perempuan tua berpakaian hitam, selalu membawa Alkitab lusuh ke mana pun ia pergi. Matanya tajam seperti burung pemangsa, tetapi suaranya lembut dan ragu. Tidak ada...
👁 87

Boule de Suif

Ketika kereta berhenti sejenak di tengah salju yang sunyi, semua mata berpaling pada Boule de Suif—wanita bertubuh montok dengan riasan mencolok, yang kini duduk canggung dalam diam. Meski dicemooh karena...
👁 156

La Confession (Pengakuan)

Drama & Tragedi

Suzanne menutupi wajah dengan kedua tangan, tak bergerak. Ia memikirkan pemuda yang mungkin akan ia cintai seumur hidupnya! Kehidupan yang indah yang bisa mereka jalani bersama! Ia seakan melihat pemuda itu sekali lagi di masa silam yang telah lenyap, di masa lalu yang padam selamanya. Kekasih yang telah tiada—betapa itu merobek hatinya! Oh, ciuman itu, satu-satunya ciuman seumur hidupnya! Ia menyimpannya di dalam jiwanya. Dan setelah itu, tidak ada apa-apa lagi, sepanjang sisa usianya!
👁 31⭐ 0(0 vote)

La Main (Tangan)

Misteri

“Setahun penuh berlalu. Suatu pagi, menjelang akhir November, pelayanku membangunkanku dan mengabarkan bahwa Sir John Rowell telah dibunuh malam itu. “Setengah jam kemudian aku memasuki rumah si Inggris itu bersama komisaris polisi dan kapten gendarmerie. Si pelayan, kebingungan dan putus asa, menangis di depan pintu. Awalnya aku curiga padanya, tapi ia tak bersalah. “Pelakunya tak pernah ditemukan.
👁 32⭐ 0(0 vote)

L’Auberge (Penginapan)

Misteri

Penginapan ini terbuka selama enam bulan dalam setahun, dihuni oleh keluarga Jean Hauser. Namun begitu salju mulai turun dan memenuhi lembah hingga jalan menuju Loeche tak lagi bisa dilalui, sang ayah dan ketiga putranya pergi, meninggalkan rumah itu kepada penjaga tua Gaspard Hari, bersama pemandu muda Ulrich Kunsi, serta Sam, anjing gunung besar yang setia.
👁 48⭐ 0(0 vote)

Le Portrait (Potret)

Drama & Tragedi

Tepat di hadapanku tergantung sebuah potret perempuan. Potret setengah badan, menampakkan kepala, bahu, dan tangan yang memegang buku. Ia muda, tanpa penutup kepala, pita terjalin di rambutnya, dengan senyum sendu. Mengapa senyum itu terasa begitu alami? Ia tampak benar-benar di rumahnya, tersenyum seperti seseorang yang larut dalam pikiran sendiri, bukan yang sedang dipandang. Kehadirannya memenuhi ruangan besar itu, seakan ia sendiri yang memberinya jiwa.
👁 24⭐ 0(0 vote)

Coco

Drama & Tragedi

Si bocah tak kembali hari itu. Ia berkeliaran di hutan mencari sarang burung. Keesokan harinya ia kembali. Coco, kelelahan, terbaring. Saat melihat bocah itu, ia bangkit, berharap akhirnya dipindahkan. Namun si petani kecil itu tak menyentuh palu yang tergeletak di tanah. Ia mendekat, menatap hewan itu, melemparkan segumpal tanah ke kepala kuda hingga hancur di surai putihnya, lalu pergi sambil bersiul. Kuda itu tetap berdiri selama ia masih bisa melihat si bocah; lalu, sadar bahwa usahanya menjangkau rumput terdekat akan sia-sia, ia kembali berbaring miring dan memejamkan mata.
👁 37⭐ 0(0 vote)

La Vendetta (Balas Dendam)

Drama & Tragedi

Sepanjang hari itu, sang ibu tua tidak memberinya makan. Hewan itu, marah, menggonggong serak. Satu malam lagi berlalu. Lalu, saat fajar, Madame Saverini meminta seikat jerami dari seorang tetangga. Ia mengambil kain-kain bekas yang dulu dipakai suaminya dan menyusunnya hingga menyerupai tubuh manusia. Ia menancapkan sebatang tongkat di tanah, di depan kandang Semillante, lalu mengikat boneka kain itu sehingga tampak berdiri. Ia membuat kepala dari kain-kain lama.
👁 22⭐ 0(0 vote)

La Ficelle (Seutas Tali)

Drama & Tragedi

Keesokan harinya, sekitar pukul satu siang, Marius Paumelle—buruh milik Maître Breton, petani di Ymanville—mengembalikan dompet beserta isinya kepada Maître Houlbreque di Manneville. Buruh itu mengaku menemukan benda itu di jalan; tetapi karena ia tak bisa membaca, ia membawanya pulang dan memberikannya pada majikannya. Berita itu pun tersebar. Maître Hauchecome segera berkeliling, menceritakan kisahnya yang kini berakhir bahagia. Ia merasa menang.
👁 32⭐ 0(0 vote)

Le Père Milon (Pak Milon)

Drama & Tragedi

Tengah hari. Seluruh keluarga makan di bawah teduh pohon pir di depan pintu rumah: ayah, ibu, empat anak, serta para pembantu—dua perempuan dan tiga lelaki. Semua duduk diam. Sup sudah disantap, lalu disajikan kentang goreng berlemak daging asap. Sesekali, salah satu perempuan bangkit, turun ke gudang bawah tanah, mengambil kendi penuh sari apel. Sang pria, tegap, berumur sekitar empat puluh tahun, memperhatikan sulur anggur yang masih gundul, melilit seperti ular di dinding rumah. Akhirnya ia berkata, “Pohon anggur Ayah bertunas lebih awal tahun ini. Mungkin kita bisa memetik hasilnya.” Perempuan itu menoleh, menatap, tanpa suara. Pohon anggur itu tumbuh di tempat ayah mereka ditembak mati. Itu terjadi di masa perang 1870. Prusia menduduki seluruh negeri. Jenderal Faidherbe dengan Divisi Utara tentara Prancis mengadang mereka.
👁 26⭐ 0(0 vote)

Mademoiselle Fifi

Drama & Tragedi

Mademoiselle Fifi mendudukkan Rachel di pangkuannya. Ia sengaja membakar dirinya dalam demam nafsu, menciumi leher berkeriting hitam itu dengan gila, menghirup aroma tubuh hangat perempuan itu lewat celah gaun tipis, mencubit dengan buas hingga si gadis menjerit. Seperti terobsesi ingin menghancurkan, Mademoiselle Fifi memeluk Rachel erat seolah hendak melebur, mencium bibir segar si gadis Yahudi hingga kehabisan napas. Tiba-tiba, ia menggigit begitu dalam hingga darah menetes dari dagu Rachel, mengalir ke gaunnya. Rachel menatap Mademoiselle Fifi lurus, mencuci luka, lalu bergumam, “Kau akan membayar ini!”
👁 58⭐ 0(0 vote)
×
×