Bab 27 – Ajakan Singgah ke Rumah Keluarga Bates
EMMA sama sekali tak menyesali keputusannya menghadiri jamuan makan malam di rumah keluarga Cole. Kunjungan itu justru menyisakan banyak kenangan menyenangkan keesokan harinya. Apa pun yang mungkin ia korbankan dari citra anggun nan eksklusifnya, terasa terbayar lunas oleh gemerlap popularitas yang kini mengitarinya. Ia yakin telah menyenangkan keluarga Cole—orang-orang baik yang memang pantas merasa bahagia!—dan nama Emma Woodhouse akan tetap dikenang hangat di rumah itu untuk waktu yang lama.
Namun, kebahagiaan sempurna—bahkan dalam kenangan—jarang benar-benar tanpa cela. Ada dua hal yang membuatnya sedikit terusik. Yang pertama: apakah ia telah mengkhianati solidaritas sesama perempuan ketika, tanpa sadar, membocorkan kecurigaannya soal perasaan Jane Fairfax kepada Frank Churchill? Mungkin memang tidak sepantasnya. Namun dugaan itu terlalu kuat untuk ditahan, dan Frank menerimanya dengan begitu mudah, bahkan seolah menganggapnya sebagai bukti ketajaman insting Emma—hal yang membuat sulit baginya untuk benar-benar menyesali kejujuran itu.
Penyesalan yang kedua—dan kali ini lebih jujur dan tanpa keraguan—masih juga berkaitan dengan Jane Fairfax. Emma betul-betul merasa malu dengan betapa jauhnya kemampuan bermain musik dan bernyanyinya dibanding Jane. Ia pun duduk dan berlatih pianoforté selama satu setengah jam tanpa jeda, dihantui rasa bersalah karena dulu terlalu banyak bermalas-malasan saat kecil.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca bagi guest visitor. Cukup buat akun Reader KlikNovel untuk membaca lebih banyak bab terjemahan novel Emma.
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.