Bab 26 – Teka-teki Hadiah Pianoforte untuk Jane Fairfax
FRANK Churchill akhirnya kembali—dan jika benar ia sempat membuat ayahnya menunggu makan malam, itu tak sampai terdengar ke telinga siapa pun di Hartfield. Mrs. Weston terlalu ingin Frank disukai oleh Mr. Woodhouse, hingga takkan mengungkapkan kekurangan apa pun yang masih bisa disembunyikan.
Frank datang dengan rambut yang sudah dipotong, dan menertawakan dirinya sendiri dengan santai, tanpa sedikit pun rasa malu atas tindakannya. Wajahnya tak menunjukkan kegelisahan yang perlu ditutupi oleh poni panjang, dan semangatnya tak tampak menyesal karena uang yang telah ia habiskan. Ia tampil sama percaya diri dan ceria seperti biasa.
Melihatnya, Emma pun membatin, Entahlah, apakah seharusnya begitu, tapi kenyataannya memang: hal-hal konyol berhenti terlihat konyol jika dilakukan oleh orang cerdas… dengan cara yang nekat. Kejahatan akan tetap kejahatan, tetapi kebodohan? Belum tentu selalu bodoh. Semuanya tergantung siapa pelakunya.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca bagi guest visitor. Cukup buat akun Reader KlikNovel untuk membaca lebih banyak bab terjemahan novel Emma.
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.