Bab 47 — Badai di Pikiran Emma

±3.500 kata, sekitar 18 menit baca
👁️ 4 tayangan

“HARRIET, kasihan Harriet!”—itulah kata-kata yang terus terngiang, yang tak mau enyah dari benak Emma dan menjadi sumber kesengsaraan yang sesungguhnya baginya.

Frank Churchill memang telah bersikap buruk padanya—buruk dalam banyak hal—namun bukan perlakuannya yang paling membuat Emma geram, melainkan kesalahan dirinya sendiri. Ia tak bisa memaafkan cara Frank menyeretnya ke dalam situasi canggung ini, terutama karena menyangkut Harriet.

Kasihan Harriet! Untuk kedua kali menjadi korban kesalahpahaman dan rayuan palsunya.

Mr. Knightley ternyata benar ketika dulu berkata, “Emma, kau bukan teman sejati bagi Harriet Smith.” Ia takut telah memberi lebih banyak mudarat ketimbang manfaat bagi gadis itu.

Memang, kali ini tidak seperti sebelumnya—Emma bukan pencetus ide awal atau penanam benih harapan yang tak semestinya. Harriet sudah terlebih dulu menyatakan kekagumannya pada Frank Churchill sebelum Emma menyinggung topik itu. Namun tetap saja, ia merasa bersalah karena telah membiarkan perasaan itu tumbuh subur.

📖

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.

PREV 🔒 🔒 NEXT

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Emma

×
×