Bab 44 — Rencana Kepergian Jane Fairfax
SEPANJANG malam, Emma tak bisa lepas dari perasaan nelangsa soal rencana sial ke Box Hill. Ia tak tahu bagaimana anggota rombongan lain memandang hari itu. Bisa saja, di rumah mereka masing-masing, mereka mengenangnya dengan senyum puas. Tapi baginya, pagi itu adalah waktu yang paling sia-sia yang pernah ia habiskan—benar-benar tandus dari kesenangan bermakna, dan paling pantas dikenang dengan rasa jijik. Dibandingkan itu, semalam suntuk bermain backgammon bersama ayahnya terasa seperti kebahagiaan sejati.
Di sanalah letak kesenangan sesungguhnya. Ia merasa sedang mengorbankan jam-jam paling manis dalam sehari demi kenyamanan sang ayah, dan meski kasih sayang dan kepercayaan pria tua itu mungkin lebih dari yang pantas ia terima, setidaknya dalam hal sikap umum, Emma merasa tak layak dituding keterlaluan. Ia berharap, sebagai seorang anak perempuan, ia tak sepenuhnya berhati dingin.
Ia berharap tak ada yang sampai harus berkata padanya, “Bagaimana mungkin kau bisa sekejam itu pada ayahmu?—Aku harus, aku akan mengatakan yang sebenarnya selama masih sempat.” Miss Bates tak akan pernah lagi—tidak, tidak akan pernah! Jika perhatian di masa depan bisa menebus masa lalu, ia bisa berharap akan dimaafkan.
Lanjut Baca Sampai Tamat?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca (Bab 10). Buat akun sekarang untuk lanjut membaca terjemahan novel Emma sampai tamat secara GRATIS!
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.