Bab 39 – Sepucuk Surat Perpisahan
VALANCY harus menulis sepucuk surat. Si iblis kecil di belakang benaknya tertawa. Dalam setiap kisah yang pernah ia baca, ketika seorang istri hendak kabur meninggalkan rumah, ia selalu meninggalkan sepucuk suratβbiasanya di atas bantalan jarum.
Itu bukan gagasan yang terlalu orisinal. Namun tetap saja harus ada sesuatu yang jelas dan bisa dimengerti. Apa lagi yang bisa dilakukan selain menulis surat?
Ia memandang berkeliling dengan samar, mencari sesuatu untuk menulis. Tinta? Tidak ada. Sejak tinggal di Kastel Biru, Valancy tak pernah menulis apa pun selain daftar kebutuhan rumah tangga untuk Barney. Pensil sudah cukup untuk itu, tetapi kini pensil itu entah ke mana.
Lanjut Baca Sampai Tamat?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca (Bab 9). Buat akun sekarang untuk lanjut membaca terjemahan novel The Blue Castle sampai tamat secara GRATIS!
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.