Bab 10 – Pandangan Baru Valancy Stirling
“BERKATILAH makanan ini bagi kami dan kuduskanlah hidup kami untuk melayani-Mu,” kata Paman Herbert dengan singkat.
Bibi Wellington mengerutkan kening. Ia selalu menganggap doa Paman Herbert terlalu pendek dan “terlalu santai.” Menurut Bibi Wellington, doa yang pantas harus berlangsung setidaknya tiga menit dan diucapkan dengan nada dunia lain—di antara erangan dan nyanyian.
Sebagai bentuk protes, ia tetap menundukkan kepala cukup lama setelah semua orang lain mengangkatnya. Ketika akhirnya ia duduk tegak, ia mendapati Valancy sedang memandanginya.
Sejak saat itu Bibi Wellington selalu bersikeras bahwa ia sudah tahu ada sesuatu yang tidak beres pada Valancy. Dalam mata Valancy yang aneh dan miring—“kami seharusnya sudah tahu dia tidak sepenuhnya waras dengan mata seperti itu”—terdapat kilau ejekan dan hiburan yang ganjil, seolah-olah Valancy sedang menertawakannya.
Tentu saja hal seperti itu tak terpikirkan. Bibi Wellington segera berhenti memikirkannya.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 9 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!




Silakan login untuk meninggalkan komentar.