The Blue Castle

Bab 31 – Kado Natal Terindah

πŸ‘οΈ 0 tayangan

MUSIM gugur datang. Akhir September dengan malam-malam yang sejuk. Mereka harus meninggalkan beranda; tetapi mereka menyalakan api di perapian besar dan duduk di depannya dengan canda dan tawa.

Pintu-pintu dibiarkan terbuka, dan Banjo serta Good Luck keluar-masuk sesuka hati. Kadang-kadang kedua kucing itu duduk tenang di atas kulit beruang di antara Barney dan Valancy; kadang-kadang mereka menyelinap ke dalam misteri malam yang dingin di luar sana.

Bintang-bintang membara samar di kabut cakrawala yang terlihat dari jendela oriel tua itu. Nyanyian lirih pinus yang tak henti-hentinya memenuhi udara. Ombak kecil mulai memercik lembut di batu-batu di bawah mereka ketika angin naik.

Mereka tak memerlukan cahaya selain cahaya api yang kadang melonjak dan menyingkapkan wajah merekaβ€”kadang menyelubunginya dalam bayang-bayang.

Ketika angin malam bertambah kencang, Barney menutup pintu, menyalakan lampu, dan membacakan untuk Valancyβ€”puisi dan esai dan kronik-kronik samar yang megah tentang perang-perang kuno. Barney tak pernah mau membaca novel; ia bersumpah itu membuatnya bosan.

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 9 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

The Blue Castle

×
×