Bab 29 – Istana Kebebasan
VALANCY tidak bersusah payah dan tidak pula memintal. Sebenarnya hampir tak ada pekerjaan yang perlu dilakukan.
Ia memasak makanan mereka di atas kompor minyak tanah, menjalankan setiap ritual kecil rumah tangganya dengan cermat dan penuh sukacita, lalu mereka makan di beranda yang hampir menggantung di atas danau.
Di hadapan mereka terhampar Mistawis, seperti pemandangan dari dongeng kuno. Dan Barney tersenyum dengan senyum miringnya yang aneh dan penuh teka-teki di seberang meja.
βBetapa tepat pilihan pemandangan yang dibuat Tom tua ketika membangun pondok ini!β Barney sering berkata dengan bangga.
Makan malam adalah waktu makan yang paling disukai Valancy. Selalu ada tawa lembut angin di sekitar mereka, dan warna-warna Mistawisβagung dan spiritualβdi bawah awan-awan yang berubah-ubah adalah sesuatu yang tak bisa diungkapkan hanya dengan kata-kata.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 9 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.