Rekomendasi
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
Lihat Buku
Rekomendasi
Moby Dick - Herman Melville
Moby Dick - Herman Melville
Lihat Buku
Rekomendasi
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Gadis Penari dari Izu - Yasunari Kawabata
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Lihat Buku

Bab 3 – Hutan di Kastel Impian

• The Blue Castle •

👁️ 7 tayangan

SARAPAN selalu sama. Bubur oatmeal—yang dibenci Valancy—roti panggang dan teh, serta satu sendok teh marmalade. Mrs. Frederick menganggap dua sendok teh sebagai pemborosan—tetapi itu tidak berarti apa-apa bagi Valancy, yang juga membenci marmalade.

Ruang makan kecil yang dingin dan muram itu terasa lebih dingin dan lebih muram dari biasanya; hujan mengalir deras di luar jendela; para Stirling yang telah meninggal, dalam bingkai emas mengerikan yang lebih lebar daripada lukisannya, memandang muram dari dinding. Namun demikian Sepupu Stickles tetap mengucapkan selamat ulang tahun kepada Valancy dan mendoakan “banyak kebahagiaan hari ini”!

“Duduk yang tegak, Doss,” hanya itu yang dikatakan ibunya.

Valancy duduk tegak. Ia berbicara dengan ibunya dan Sepupu Stickles tentang hal-hal yang selalu mereka bicarakan.

Ia tak pernah bertanya-tanya apa yang akan terjadi bila ia mencoba membicarakan hal lain. Ia tahu. Karena itu ia tak pernah melakukannya.

Mrs. Frederick tersinggung kepada Kuasa Ilahi karena membuat hari hujan ketika ia ingin pergi piknik, sehingga ia menyantap sarapannya dalam keheningan nan murung—yang justru membuat Valancy agak bersyukur.

Akan tetapi Christine Stickles mengeluh tanpa henti seperti biasa, mengeluhkan segala hal—cuaca, kebocoran di pantry, harga oatmeal dan mentega—Valancy langsung merasa ia telah mengoleskan mentega terlalu banyak pada rotinya—dan wabah gondongan di Deerwood.

“Doss pasti akan kena,” kata Christine dengan nada meramalkan malapetaka.

“Doss tidak boleh pergi ke tempat yang bisa membuatnya tertular gondongan,” kata Mrs. Frederick singkat.

Valancy belum pernah terkena gondongan—atau batuk rejan—atau cacar air—atau campak—atau penyakit apa pun yang seharusnya pernah ia alami—tak ada apa-apa selain pilek mengerikan setiap musim dingin.

Pilek musim dingin Doss sudah menjadi semacam tradisi keluarga. Tampaknya tak ada yang bisa mencegahnya tertular penyakit itu.

Mrs. Frederick dan Sepupu Stickles telah berusaha seheroik mungkin. Suatu musim dingin mereka mengurung Valancy di dalam rumah dari November sampai Mei, di ruang duduk yang hangat. Ia bahkan tidak diizinkan pergi ke gereja. Dan Valancy tetap saja terserang pilek berulang-ulang dan akhirnya menderita bronkitis pada bulan Juni.

Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen
Northanger Abbey - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Lihat Buku

“Tak ada seorang pun dari keluargaku yang pernah seperti itu,” kata Mrs. Frederick, menyiratkan bahwa itu pasti kecenderungan keluarga Stirling.

“Keluarga Stirling jarang terkena pilek,” kata Sepupu Stickles dengan kesal. Dia dulu seorang Stirling.

“Aku pikir,” kata Mrs. Frederick, “kalau seseorang membulatkan tekad tidak akan terkena pilek, maka dia tidak akan terkena pilek.”

Jadi itulah masalahnya. Semua itu salah Valancy sendiri.

Namun pada pagi khusus ini, keluhan Valancy yang paling tak tertahankan adalah bahwa ia dipanggil Doss. Ia telah mendengar panggilan itu selama 29 tahun, dan tiba-tiba saja ia merasa tak sanggup menanggungnya lebih lama.

Nama lengkapnya adalah Valancy Jane. Valancy Jane terdengar agak mengerikan, tetapi ia menyukai Valancy, dengan bunyinya yang aneh dan terasa asing. Selalu menjadi keheranan bagi Valancy bahwa keluarga Stirling membiarkannya dibaptis dengan nama itu.

Ia diberi tahu bahwa kakek dari pihak ibu, Amos Wansbarra yang tua, yang memilihkan nama itu untuknya. Ayahnya menambahkan Jane demi “memperhalusnya”, dan seluruh keluarga menyelesaikan masalah itu dengan menjulukinya Doss. Ia tak pernah dipanggil Valancy oleh siapa pun kecuali orang luar.

“Ma,” katanya dengan ragu, “apakah Mama keberatan memanggilku Valancy mulai sekarang? Doss terdengar begitu—begitu—aku tidak menyukainya.”

Mrs. Frederick menatap putrinya dengan heran. Ia mengenakan kacamata dengan lensa yang sangat tebal sehingga membuat matanya tampak sangat tidak menyenangkan.

“Apa yang salah dengan Doss?”

“Rasanya—terlalu kekanak-kanakan,” Valancy tergagap.

“Oh!” Mrs. Frederick adalah seorang Wansbarra, dan senyum Wansbarra bukanlah sebuah kelebihan. “Aku mengerti. Nah, itu cocok untukmu kalau begitu. Kau memang cukup kekanak-kanakan, demi Tuhan, anakku.”

“Aku berusia dua puluh sembilan,” kata si ‘anakku’ dengan putus asa.

“Aku takkan mengumumkannya dari atap rumah kalau aku jadi kau,” kata Mrs. Frederick. “Dua puluh sembilan! Aku sudah menikah sembilan tahun ketika usiaku dua puluh sembilan.”

Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen
Northanger Abbey - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Lihat Buku

Aku menikah pada usia tujuh belas,” kata Sepupu Stickles dengan bangga.

Valancy melirik mereka diam-diam.

Mrs. Frederick, selain kacamata mengerikan itu dan hidung bengkok yang membuatnya tampak lebih mirip burung beo daripada burung beo sendiri, sebenarnya tidak buruk rupa. Pada usia dua puluh, ia mungkin cukup cantik. Tetapi Sepupu Stickles!

Namun demikian, Christine Stickles pernah menjadi sosok yang diinginkan di mata seorang pria. Valancy merasa bahwa sepupunya itu, dengan wajah yang lebar, datar, dan berkerut, tahi lalat tepat di ujung hidung yang pesek, bulu-bulu kasar di dagu, leher kuning berkerut, mata pucat menonjol, dan mulut tipis mengerut, tetap memiliki satu keunggulan atas dirinya—hak untuk memandang rendah dirinya.

Dan bahkan sekarang Sepupu Stickles masih dibutuhkan oleh Mrs. Frederick. Valancy bertanya-tanya dengan perasaan pilu bagaimana rasanya dibutuhkan oleh seseorang—diinginkan oleh seseorang.

Tak seorang pun di seluruh dunia membutuhkan dirinya, atau akan kehilangan sesuatu dari hidup jika ia tiba-tiba lenyap dari dunia. Ia adalah sebuah kekecewaan bagi ibunya. Tak seorang pun mencintainya. Ia bahkan tak pernah memiliki seorang sahabat perempuan.

“Aku bahkan tidak punya bakat untuk berteman,” pernah ia akui dengan sedih pada dirinya sendiri.

“Doss, kau belum menghabiskan kulit rotimu,” kata Mrs. Frederick dengan nada menegur.

Hujan turun sepanjang pagi tanpa henti. Valancy menyambung potongan selimut. Valancy membenci pekerjaan itu. Dan sebenarnya tidak ada gunanya. Rumah itu penuh dengan selimut. Ada tiga peti besar di loteng, penuh sesak dengan selimut.

Mrs. Frederick mulai menimbun selimut ketika Valancy berusia tujuh belas tahun dan terus menimbunnya, meskipun tampaknya kecil kemungkinan Valancy akan pernah membutuhkan benda itu. Namun Valancy harus bekerja, dan bahan kerajinan tangan terlalu mahal.

Kemalasan adalah dosa besar di rumah tangga Stirling. Ketika Valancy masih kanak-kanak, ia dipaksa menuliskan setiap malam, dalam sebuah buku catatan kecil hitam yang dibencinya, semua menit yang ia habiskan untuk bermalas-malasan hari itu. Pada hari Minggu ibunya menyuruhnya menjumlahkannya dan berdoa atas seluruh kemalasannya.

Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen
Northanger Abbey - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Lihat Buku

Pada pagi khusus dari hari penentuan nasib ini, Valancy hanya menghabiskan sepuluh menit dalam kemalasan. Setidaknya, begitulah Mrs. Frederick dan Sepupu Stickles akan menyebutnya. Ia pergi ke kamarnya untuk mengambil bidal yang lebih baik dan dengan rasa bersalah membuka Thistle Harvest secara acak.

“Hutan begitu manusiawi,” tulis John Foster, “sehingga untuk mengenalnya seseorang harus hidup bersamanya. Jalan-jalan sesekali, dengan tetap mengikuti jalan setapak yang sering dilalui, takkan pernah mengizinkan kita masuk ke dalam keintimannya.

“Jika kita ingin menjadi sahabatnya, kita harus mencarinya dan memenangkannya dengan kunjungan yang sering dan penuh hormat pada segala waktu; pagi, siang, dan malam; dan pada semua musim—musim semi, musim panas, musim gugur, musim dingin. Jika tidak, kita takkan pernah benar-benar mengenalnya, dan kepura-puraan apa pun yang kita buat takkan pernah memperdayainya.

“Hutan memiliki caranya sendiri yang efektif untuk menjaga orang asing tetap berjarak dan menutup hatinya dari para pengamat kasual belaka. Tak ada gunanya mencari hutan dengan motif apa pun selain cinta murni kepadanya; ia akan segera mengetahui niat kita dan menyembunyikan semua rahasia manisnya yang kuno dari kita.

“Akan tetapi jika ia tahu bahwa kita datang karena kita mencintainya, ia akan sangat baik kepada kita dan memberi kita harta keindahan dan kegembiraan yang tak diperjual-belikan di pasar mana pun. Sebab hutan, bila ia memberi, memberi tanpa perhitungan dan tak menyisakan apa pun bagi para penyembah sejatinya.

“Kita harus mendatanginya dengan penuh kasih, kerendahan hati, kesabaran, dan kewaspadaan, dan kita akan belajar betapa keindahan yang menusuk hati bersembunyi di tempat-tempat liar dan lembah-lembah sunyi, terbaring di bawah cahaya bintang dan matahari terbenam; irama musik tak duniawi apa yang dipetik pada dahan pinus tua atau dinina-bobokan di rimbunan cemara; aroma lembut apa yang menguap dari lumut dan pakis di sudut-sudut cerah atau di tepi anak sungai yang lembap; mimpi, mitos, dan legenda masa lampau apa yang menghantui mereka.

Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Lihat Buku
Rekomendasi
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Lihat Buku
Rekomendasi
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen
Northanger Abbey - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Lihat Buku

“Maka jantung abadi hutan akan berdenyut berdampingan dengan jantung kita dan kehidupannya yang halus akan meresap ke dalam urat-urat kita dan menjadikan kita miliknya untuk selamanya, sehingga ke mana pun kita pergi dan sejauh apa pun kita mengembara, kita akan selalu ditarik kembali ke hutan untuk menemukan kekerabatan kita yang paling abadi.”

“Doss,” panggil ibunya dari lorong bawah, “apa yang kau lakukan sendirian di kamar itu?”

Valancy menjatuhkan Thistle Harvest seperti bara api dan bergegas turun kembali ke potongan-potongan selimutnya; tetapi ia merasakan kegairahan jiwa yang aneh yang selalu datang sesaat setiap kali ia menyelami salah satu buku John Foster.

Valancy tidak tahu banyak tentang hutan—kecuali belukar ek dan pinus yang menghantui di sekitar Kastel Biru-nya. Namun ia selalu diam-diam merindukannya, dan sebuah buku Foster tentang hutan adalah hal terbaik berikutnya setelah hutan itu sendiri.

Tepat tengah hari hujan berhenti, tetapi matahari baru muncul pukul tiga. Lalu Valancy dengan ragu berkata bahwa ia pikir ia akan pergi ke pusat kota.

“Apa perlunya kau pergi ke pusat kota?” tuntut ibunya.

“Aku ingin mengambil buku dari perpustakaan.”

“Kau baru saja mengambil buku dari perpustakaan minggu lalu.”

“Tidak, sudah empat minggu.”

“Empat minggu? Omong kosong!”

“Benar, Ma.”

“Kau keliru. Mustahil sudah lebih dari dua minggu. Aku tidak suka dibantah. Dan aku tidak melihat gunanya kau mengambil buku lagi. Kau terlalu banyak membuang waktu dengan membaca.”

“Apa artinya waktuku?” tanya Valancy dengan pahit.

“Doss! Jangan bicara dengan nada seperti itu kepadaku.”

“Kita butuh teh,” kata Sepupu Stickles. “Dia bisa pergi membelinya kalau dia ingin berjalan-jalan—meskipun cuaca lembap seperti ini buruk untuk pilek.”

Mereka memperdebatkan hal itu sepuluh menit lagi dan akhirnya Mrs. Frederick dengan agak enggan menyetujui bahwa Valancy boleh pergi.

The Blue Castle ⭐ Pilihan Editor 4 dari 46
The Blue Castle
Kamu sedang membaca sebagai pengunjung. Beberapa bab awal dapat dibaca tanpa akun.
Progres Zona Bebas: 44%

💝 Suka terjemahan ini?

Dukung KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel klasik seperti The Blue Castle.

Rekomendasi
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Lihat Buku
Rekomendasi
The Adventure of Huckleberry Finn - Mark Twain
The Adventure of Huckleberry Finn - Mark Twain
Lihat Buku
Rekomendasi
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
A Midsummer Night\'s Dream - William Shakespeare
Lihat Buku
Rekomendasi
Sense and Sensibility - Jane Austen (Shandi Publisher)
Sense and Sensibility - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Around the World in Eighty Days - Jules Verne
Lihat Buku
Rekomendasi
Lassie Come Home - Eric Knight
Lassie Come Home - Eric Knight
Lihat Buku

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen
Persuasion - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Macbeth - William Shakespeare
Macbeth - William Shakespeare
Lihat Buku
Rekomendasi
The Island of Doctor Moreau - H.G. Wells
The Island of Doctor Moreau - H.G. Wells
Lihat Buku
Rekomendasi
The Case Book of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Case Book of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku

The Blue Castle

×
×