Bab 35 – Insiden Hak Sepatu di Rel Kereta
TIGA puluh detik kadang bisa terasa sangat panjang. Cukup panjang untuk menciptakan mukjizat atau revolusi. Dalam tiga puluh detik hidup Barney dan Valancy Snaith berubah sepenuhnya.
Suatu petang di bulan Juni mereka mengelilingi danau dengan perahu baling-baling tersembunyi mereka, memancing selama satu jam di sebuah anak sungai kecil, meninggalkan perahu di sana, lalu berjalan menembus hutan menuju Port Lawrence yang berjarak tiga kilometer lebih.
Valancy sempat berkeliling sebentar di toko-toko dan membeli sepasang sepatu baru secara masuk akal. Sepatu lamanya tiba-tiba rusak total, dan malam itu ia terpaksa mengenakan sepasang kecil sepatu kulit paten berhak tinggi ramping, yang dibelinya karena dorongan kebodohan suatu hari di musim dingin, semata-mata disebabkan keindahannya dan karena ia ingin sekali saja dalam hidupnya melakukan pembelian mewah yang sia-sia.
Kadang-kadang ia memakainya pada malam hari di Kastel Biru, tetapi ini pertama kalinya ia memakainya di luar. Ia tak merasa mudah berjalan menembus hutan dengan sepatu itu, dan Barney mengejeknya tanpa ampun.
Namun di balik ketidak-nyamanan itu, Valancy diam-diam menyukai tampilan pergelangan kakinya yang ramping dan lengkungan punggung kaki yang tinggi di atas sepatu cantik dan bodoh itu, dan ia tak menggantinya di toko seperti yang sebenarnya bisa ia lakukan.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 9 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.