Buku XXII – Pembalasan Odysseus
ODYSSEUS yang banyak akal menanggalkan pakaian compang-campingnya, lalu melompat ke ambang pintu yang lebar sambil memegang busur dan tabung yang penuh anak panah. Ia menumpahkan anak-anak panah yang melesat cepat itu ke depan kakinya, lalu berkata kepada para pelamar:
βPerlombaan yang menentukan ini akhirnya telah selesai. Sekarang akan kucoba sasaran lain yang belum pernah dipanah seorang pun. Semoga Apollo memberiku kemenangan.β
Demikian katanya, lalu ia mengarahkan anak panah yang mematikan itu kepada Antinoos.
Saat itu Antinoos sedang mengangkat sebuah cawan emas yang indah, bertelinga dua. Ia telah memegangnya dengan kedua tangan, hendak meminum anggur. Sedikit pun ia tidak memikirkan maut.
Siapa pula yang akan menyangka bahwa di tengah pesta, seorang diri, meskipun sangat perkasa, akan mendatangkan kematian dan takdir hitam atas dirinya di hadapan begitu banyak orang?
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!




Silakan login untuk meninggalkan komentar.