Bab 5
HARI itu hari Kamis. Emma bangun, lalu berpakaian dengan perlahan-lahan agar tidak membangunkan Charles, yang pasti akan mengomentari kebiasaannya bersiap terlalu pagi. Setelah itu ia mondar-mandir.
Ia berdiri di depan jendela dan memandang alun-alun. Cahaya fajar menyelinap di antara tiang-tiang pasar, dan rumah sang apoteker, dengan daun jendelanya yang masih tertutup, memperlihatkan huruf-huruf besar papan namanya dalam pucat warna subuh.
Ketika jam menunjukkan pukul tujuh lewat seperempat, ia berangkat ke Lion dβOr, tempat ArtΓ©miseβsambil menguapβmembukakan pintu untuknya. Perempuan itu mengorek arang yang tertimbun abu untuk Madame.
Emma pun tinggal sendirian di dapur. Sesekali ia keluar.
Hivert sedang memasang kuda tanpa tergesa, sambil mendengarkan Madame LefranΓ§ois yang menyembulkan kepala berbonet kapas lewat lubang kecil, membebankannya berbagai pesan dan penjelasan yang cukup membuat kacau siapa pun.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 10 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.