Bab 3
ITU adalah tiga hari yang penuh, nikmat, gemilangβsebuah bulan madu yang sesungguhnya.
Mereka menginap di Hotel de Boulogne, di tepi pelabuhan. Di sanalah mereka hidup, dengan jendela-jendela tertutup rapat, pintu-pintu terkunci, bunga-bunga berserakan di lantai, dan sirup dingin yang diantarkan kepada mereka sejak pagi.
Menjelang senja, mereka menaiki sebuah perahu beratap dan pergi makan malam ke sebuah pulau.
Itulah saat ketika, di sepanjang galangan, terdengar bunyi palu tukang dempul menghantam lambung kapal. Asap ter keluar dari sela-sela pepohonan, dan di permukaan sungai tampak tetesan-tetesan besar yang berminyak, bergelombang tak beraturan di bawah cahaya matahari yang kemerahan, seperti lempeng-lempeng perunggu Firenze yang mengapung.
Mereka meluncur di antara perahu-perahu yang tertambat, dengan tali-tali panjang yang terentang miring dan sesekali menyentuh sisi perahu mereka.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 10 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.