Bab 13
BARU saja tiba di rumahnya, Rodolphe duduk terempas di meja tulis, tepat di bawah kepala rusa yang dipasang sebagai trofi di dinding. Namun ketika pena sudah berada di antara jemarinya, tak satu pun kata muncul.
Ia pun bersandar pada kedua siku dan mulai berpikir. Emma terasa telah mundur jauh ke masa lampau, seolah keputusan yang baru saja diambilnya mendadak membentangkan jarak yang amat lebar di antara mereka.
Lalu, demi menangkap kembali sedikit saja bayangan kekasihnya, ia membuka lemari kecil di sisi tempat tidurnya dan mengambil sebuah kaleng biskuit tua dari Reims, tempat ia biasa menyimpan surat-surat para perempuan.
Dari dalam kaleng tercium samar bau debu lembap dan aroma mawar yang telah layu. Mula-mula tampak sebuah saputangan, bertabur noda pucat. Itu saputangan milik Emma, suatu kali ketika ia mimisan saat berjalan-jalan; Rodolphe sendiri sudah lupa peristiwa itu.
Di dekat saputangan, terbentur-bentur ke setiap sudut, ada miniatur Emma pemberian perempuan itu sendiri; dandanan sosok di dalamnya tampak berlebihan, dan tatapan matanya yang menyamping terasa menyedihkan.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 10 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!




Silakan login untuk meninggalkan komentar.