Madame Bovary

Bagian Ketiga

Bab 8

πŸ‘οΈ 7 tayangan

SAMBIL berjalan, Emma bertanya pada dirinya sendiri: Apa yang akan kukatakan? Dari mana harus memulai? Dan semakin ia melangkah, semakin dikenalnya semak-semak, pepohonan, ilalang laut di lereng bukit, kastil di kejauhan.

Ia kembali merasakan sensasi kelembutan pertama Rodolphe, dan hatinya yang malangβ€”terimpit sekian lamaβ€”mengembang penuh kasih. Angin hangat menyapu wajahnya; salju yang mencair menetes perlahan, tetes demi tetes, dari kuncup-kuncup ke rumput.

Ia masuk, seperti dulu, melalui pintu kecil taman, lalu sampai di halaman kehormatan yang diapit dua deret pohon linden rimbun. Dahan-dahan panjangnya bergoyang sambil berdesir.

Anjing-anjing di kandang menyalak serempak, dan gaung suara mereka menggema, tanpa tampak seorang pun.

Ia menaiki tangga lebar yang lurus, dengan pagar kayu, menuju lorong berlantai ubin berdebu, tempat beberapa kamar berjajar, seperti di biara atau penginapan. Kamar tujuannya berada di ujung, paling dalam, di sebelah kiri.

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 10 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×