Bab 27
βTUJUH hari berlalu begitu saja, masing-masing menandai perjalanannya dengan perubahan cepat pada kondisi Mr. Linton. Kerusakan yang sebelumnya dikerjakan berbulan-bulan, kini disamai oleh gempuran jam demi jam.
βMiss Catherine masih ingin kami menenangkannya dengan harapan kosong; tapi semangatnya yang peka menolak dibohongiβdia menebak segalanya dalam diam, merenungi kemungkinan mengerikan yang lambat laun tumbuh menjadi kepastian.
βKetika Kamis tiba, Miss Catherine tak sanggup menyebutkan acara berkuda itu; sayalah yang menyebutnya, dan saya mendapat izin untuk menyuruhnya keluar rumahβkarena perpustakaan, tempat papanya duduk sebentar setiap hariβmasa singkat yang masih sanggup dia lewati sambil duduk tegakβdan kamarnya, sudah menjadi seluruh dunia gadis itu.
βDia merasa rugi atas setiap menit yang tak dihabiskan sambil menunduk di atas bantal papanya, atau duduk di sisi pria itu. Wajahnya mengurus karena berjaga dan bersedih, dan Mr. Linton dengan senang hati melepasnya pergi, berharap pergantian suasana dan teman akan membawa sedikit bahagia; menarik penghiburan dari harapan bahwa Miss Catherine nanti tidak benar-benar sendirian setelah dia tiada.
βDari beberapa ucapan yang terlontar, saya menebak Mr. Linton menyimpan satu gagasan tetap: bahwa karena keponakannya mirip dirinya secara fisik, anak itu juga akan mirip dalam watak. Surat-surat Linton memang nyaris tak mengungkapkan cacat karakternya.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 10 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.