The Odyssey

Buku XXIV – Pendamaian di Ithaka

๐Ÿ‘๏ธ 0 tayangan

HERMES, sang pembunuh Argos dari Kyllene, memanggil arwah para pelamar yang telah tewas. Di tangannya ia memegang tongkat emas yang indah, yang dengannya ia dapat memejamkan mata manusia yang dikehendakinya, ataupun membangunkan mereka dari tidur. Dengan tongkat itulah ia menggiring arwah-arwah itu maju ke depan, dan mereka mengikutinya sambil mengeluarkan suara lirih.

Sebagaimana kelelawar berterbangan sambil mencicit di relung sebuah gua yang suci ketika seekor di antaranya terlepas dari gugusan batu tempat mereka bergantung, lalu mereka saling berdesakan satu sama lain, demikian pula arwah-arwah itu bergerak bersama sambil mengeluarkan suara lirih, sementara Hermes yang murah hati memimpin mereka menyusuri jalan-jalan yang suram.

Mereka tiba di dekat arus Okeanos, Batu Leukadia, gerbang-gerbang Helios, dan negeri Mimpi. Dengan segera mereka sampai di padang Asphodel, tempat berdiam arwah-arwah, bayangan orang-orang yang telah mati.

Di sana mereka menjumpai arwah Akhilles, putra Peleus; Patroklos; Antilokhos yang tanpa cela; dan Aias, yang sesudah putra Peleus adalah orang Yunani yang paling unggul dalam rupa dan perawakan. Mereka semua sedang berkumpul di sekeliling Akhilles.

Lalu datang pula arwah Agamemnon, putra Atreus, dengan hati berduka. Bersamanya berkumpul semua orang yang telah mati bersamanya di rumah Aigisthos dan menemui ajal mereka di sana.

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 3 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV ๐Ÿ”’ TAMAT

๐Ÿ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

×
×