Namaku Alam - Leila S. Chudori
Namaku Alam - Leila S. Chudori
Rp108.000
Lihat di Shopee
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
The Valley of Fear - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Rp69.000
Lihat di Shopee
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Rp98.500
Lihat di Shopee
The Picture of Dorian Gray - Oscar Wilde
The Picture of Dorian Gray - Oscar Wilde
Rp44.250
Lihat di Shopee
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Rp42.400
Lihat di Shopee

Bab 3 – Cinta Diam-Diam dan Ekspektasi Tinggi

• Sense and Sensibility •

👁️ 34 views

MRS. Dashwood masih bertahan tinggal di Norland selama beberapa bulan. Bukan karena dia malas pindah, apalagi setelah setiap sudut rumah itu—yang dulunya bisa bikin hatinya mencelos tiap kali dilihat—perlahan sudah tidak terlalu membuatnya sedih lagi. Justru setelah jiwanya mulai pulih dan pikirannya bisa memikirkan hal lain selain terus menguras luka lewat kenangan-kenangan sedih, dia menjadi tidak sabar ingin pergi. Dia bersemangat sekali mencari tempat tinggal baru yang cocok, tapi masih di sekitaran Norland, karena jujur saja—untuk meninggalkan tempat yang begitu dia cintai sepenuhnya? Rasanya tidak mungkin.

Sayangnya, dia belum menemukan rumah yang benar-benar pas. Entah kurang nyaman, atau malah kelewat besar dan tidak sesuai dengan isi kantong—terutama menurut Elinor, anak sulungnya, yang cara berpikirnya lebih realistis dan logis dibanding ibunya. Beberapa rumah yang menurut Mrs. Dashwood oke, langsung dicoret Elinor karena terlalu mewah menurut kondisi keuangan mereka sekarang.

Sebelum meninggal, suaminya sempat bilang bahwa anak lelakinya—John—sudah berjanji akan membantu mereka, dan hal itu jadi penghiburan terakhir buat sang suami. Mrs. Dashwood percaya penuh pada janji itu, sama seperti suaminya dulu. Dia memikirkan hal itu dengan tenang dan sedikit lega—terutama demi masa depan anak-anaknya. Buat dirinya sendiri, dia merasa bahwa bahkan uang jauh lebih sedikit dari tujuh ribu pound pun sudah cukup untuk hidup nyaman. Dia juga sempat senang atas nama John, kakak tiri anak-anaknya, dan hatinya sempat menyesal karena pernah berpikir buruk tentang pria itu—mengira dia tidak punya empati atau kemurahan hati. Tapi sikap John yang ramah dan perhatian ke dirinya dan anak-anak selama beberapa waktu membuat Mrs. Dashwood percaya, “Oh, sepertinya dia memang peduli.”

Sayangnya, kesannya terhadap istri John—si Fanny—yang sejak awal memang tidak terlalu oke, malah makin memburuk selama enam bulan tinggal satu atap. Walau dua-duanya masih berusaha menjaga sopan santun dan tetap saling menghormati, rasanya mereka tidak akan bisa terus bersama selama itu kalau bukan karena satu hal yang membuat Mrs. Dashwood tetap ingin bertahan di Norland.

Hal itu adalah… semakin dekatnya hubungan Elinor, putri sulungnya, dengan adik laki-laki Fanny, seorang cowok muda yang sopan, kalem, dan enak diajak ngobrol, bernama Edward Ferrars. Dia mulai sering main ke Norland sejak Fanny tinggal di sana, dan hampir selalu menghabiskan waktu bersama keluarga Mrs. Dashwood.

Sebagian ibu mungkin akan langsung setuju dengan hubungan itu demi alasan finansial, karena Edward adalah anak sulung dari orang kaya yang sudah meninggal. Tapi sebagian ibu juga bisa jadi malah melarang karena tahu nasib keuangan Edward sepenuhnya masih tergantung pada ibunya, yang katanya galak dan sangat dominan. Namun Mrs. Dashwood tidak peduli dengan dua alasan itu. Buat dia, selama Edward terlihat tulus, baik, dan cinta kepada Elinor—dan Elinor juga membalas perasaan itu—ya sudah, itu cukup. Baginya, beda harta bukan alasan untuk menghalangi dua orang yang cocok secara hati dan karakter. Lagipula, Elinor itu anak yang luar biasa, dan siapa pun yang mengenalnya pasti bisa melihat itu—setidaknya menurut ibunya.

The Island of Doctor Moreau - H.G. Wells
The Island of Doctor Moreau - H.G. Wells
Rp33.750
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Rp36.500
Lihat di Shopee
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Rp80.000
Lihat di Shopee
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee

Jujur saja, Edward bukan tipe cowok yang langsung menarik perhatian dari segi penampilan. Dia tidak ganteng-ganteng amat, dan gayanya juga biasa saja. Akan tetapi setelah kenal lebih dekat, barulah terlihat bahwa dia itu tulus, penyayang, dan punya hati yang terbuka. Dia memang agak pemalu dan kurang percaya diri, jadi kadang tidak bisa menunjukkan seberapa pintar atau baiknya dia. Tapi begitu rasa canggungnya hilang, kamu bisa lihat betapa hangat dan tulusnya dia sebagai pribadi. Otaknya cerdas, dan pendidikannya juga solid. Cuma ya… dia bukan tipe orang yang bisa memenuhi ekspektasi tinggi dari ibunya dan kakaknya, yang ingin sekali lihat dia jadi “seseorang”—meskipun mereka sendiri tidak tahu persis, “seseorang” itu maksudnya apa.

Ibunya ingin Edward terjun ke dunia politik, mungkin jadi anggota parlemen atau dekat dengan tokoh-tokoh penting. Fanny pun berpikir begitu juga. Tapi sebelum semua mimpi besar itu tercapai, dia paling tidak ingin melihat adiknya menyetir kereta kuda mewah alias barouche. Sayangnya, Edward tidak tertarik sama politik, tokoh-tokoh elite, apalagi kereta barouche. Dia cuma pengin hidup tenang, nyaman, dan damai di rumah bareng orang-orang yang dia sayangi. Untungnya dia punya adik laki-laki yang—menurut keluarganya—jauh lebih menjanjikan.

Edward sebenarnya sudah tinggal cukup lama di rumah sebelum Mrs. Dashwood benar-benar memperhatikannya. Waktu itu, dia masih begitu larut dalam kesedihan, sampai-sampai nyaris tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Yang dia lihat dari Edward cuma satu hal—cowok ini tenang dan tidak suka cari perhatian. Dan itu langsung membuatnya simpatik. Edward tidak pernah nyerocos ngobrol di waktu yang tidak pas atau membuat suasana makin suram.

Baru setelah Elinor suatu hari nyeletuk soal betapa berbeda sifat Edward dibanding kakaknya, Fanny, Mrs. Dashwood mulai memperhatikan lebih jauh.

“Elinor bilang dia berbeda dengan Fanny? Wah, itu sudah cukup. Kalau dia tidak seperti Fanny, berarti dia pasti orang baik,” ucapnya dengan nada puas. “Mama sudah suka dia sekarang.”

“Aku yakin Mama bakal makin suka setelah kenal lebih dalam,” balas Elinor.

“Suka?” kata ibunya sambil tersenyum. “Perasaan Mama ke dia itu sudah lebih dari sekadar suka.”

The Island of Doctor Moreau - H.G. Wells
The Island of Doctor Moreau - H.G. Wells
Rp33.750
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Rp36.500
Lihat di Shopee
Winnetou 3 - Karl May
Winnetou 3 - Karl May
Rp80.000
Lihat di Shopee
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
The Hound of the Baskervilles - Sir Arthur Conan Doyle
Rp59.250
Lihat di Shopee
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee

“Mama mungkin bisa mengaguminya.”

“Seumur hidup Mama, Mama tidak pernah bisa membedakan antara kagum dan cinta.”

Setelah itu, Mrs. Dashwood mulai berusaha kenal lebih dekat dengan Edward. Sikapnya yang hangat membuat Edward jadi lebih terbuka dan tidak terlalu canggung. Dalam waktu singkat, Mrs. Dashwood bisa melihat semua sisi baiknya—dan mungkin karena dia sudah yakin Edward menyukai Elinor, nalurinya jadi semakin tajam. Bahkan sikap Edward yang tenang dan tidak terlalu ekspresif—yang biasanya bertolak belakang dengan gambaran lelaki idaman dalam benaknya—sekarang justru terasa menarik, karena dia tahu hati Edward hangat dan orangnya penyayang.

Begitu dia mulai mencium tanda-tanda bahwa Edward punya perasaan serius ke Elinor, Mrs. Dashwood langsung menganggap hubungan mereka pasti akan berlanjut ke jenjang serius. Dia bahkan sudah mulai memikirkan soal pernikahan.

“Beberapa bulan lagi, sayangku Marianne,” katanya, “Elinor kemungkinan besar sudah akan menikah. Kita bakal kangen dia, tapi dia pasti bahagia.”

“Oh, Mama… bagaimana kita bisa hidup tanpa dia?” tanya Marianne dengan cemas.

“Tenang, Sayang. Ini bukan perpisahan sejati. Kita masih akan tinggal berdekatan, cuma beberapa mil jaraknya. Kita masih bisa bertemu tiap hari. Kamu juga akan punya seorang kakak ipar—kakak yang hangat dan sayang keluarga. Mama punya keyakinan besar soal Edward. Tapi kamu kok, terlihat murung, Marianne? Kamu tidak setuju dengan pilihan kakakmu?”

“Mungkin… aku cuma agak kaget saja. Edward itu memang baik, dan aku sayang banget sama dia. Tapi entahlah… dia bukan tipe pria yang aku bayangkan bisa membuat Elinor jatuh cinta. Penampilannya biasa saja, tidak ada aura memikat yang biasanya aku harapkan dari laki-laki yang serius mencintai kakakku. Matanya pun tidak menunjukkan semangat atau kecerdasan yang mencolok. Dan, maaf Mama, aku takut dia tidak punya selera seni yang benar-benar dalam. Musik sepertinya tidak membuat dia tertarik, dan walau dia terlihat suka melihat lukisan-lukisan Elinor, cara dia mengaguminya lebih seperti orang jatuh cinta, bukan pecinta seni. Terlihat jelas sih, walau dia duduk di sebelah Elinor sewaktu dia menggambar, sebenarnya dia tidak mengerti apa-apa. Dia mengaguminya sebagai pacar, bukan sebagai penikmat karya seni.

“Kalau buat aku, dua hal itu harus gabung jadi satu: cinta dan selera yang sejalan. Aku tidak bisa bahagia dengan orang yang tidak mengerti seleraku. Dia harus bisa masuk ke perasaanku, suka buku yang sama, musik yang sama… Pokoknya nyambung total. Aduh, Mama, waktu dia baca puisi buat kita semalam… duh, hambar banget! Tidak ada greget, tidak ada rasa. Aku sampai kasihan sekali ke Elinor. Tapi dia tetap tenang, seperti tidak terjadi apa-apa. Aku sendiri hampir tidak tahan duduk diam. Dengar puisi yang biasanya bisa membuat aku meleleh, malah dibacakan seakan-akan itu catatan belanja!”

“Memang sih,” kata ibunya, “seharusnya dia baca prosa elegan yang sederhana saja. Mama juga berpikir begitu kemarin. Tapi kamu malah memberinya puisinya Cowper.”

“Yah, Mama… kalau puisinya Cowper saja tidak bisa membuatnya semangat… Tapi, ya sudahlah, selera orang beda-beda. Elinor tidak punya perasaan sekuat aku, jadi mungkin dia bisa terima itu dan tetap bahagia. Tapi kalau aku yang jatuh cinta sama dia dan dengar dia baca puisi seperti itu, hatiku pasti remuk. Mama, semakin aku kenal dunia ini, semakin aku yakin… sepertinya aku tidak akan pernah bertemu cowok yang bisa benar-benar aku cintai. Standarku terlalu tinggi! Dia harus punya semua kelebihan Edward, tapi juga punya penampilan dan sikap yang membuat kepribadiannya tambah bersinar.”

“Sayangku, jangan lupa kamu baru enam belas tahun. Masih terlalu awal untuk putus asa soal cinta. Kenapa kamu tidak bisa beruntung seperti mamamu ini? Tapi ya… semoga nasibmu nanti tidak sama dalam satu hal dengan Mama.”

Akses Terjemahan Gratis

Kamu hanya bisa membaca 2 bab lagi. Silakan buat akun KlikNovel untuk mengakses semua 52 bab secara GRATIS!

5 bab gratis52 bab total
Daftar Sekarang

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

💖 Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti Sense and Sensibility karya Jane Austen ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria 🙏

Lihat semua opsi kontribusi

The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
Rp51.750
Lihat di Shopee
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
A Study in Scarlet - Sir Arthur Conan Doyle
Rp52.000
Lihat di Shopee
Northanger Abbey - Jane Austen (Gramedia)
Northanger Abbey - Jane Austen (Gramedia)
Rp76.000
Lihat di Shopee
Coming Up for Air - George Orwell
Coming Up for Air - George Orwell
Rp63.750
Lihat di Shopee
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Romeo & Juliet - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
The Diamond Necklace and Other Stories - Guy de Maupassant
Rp84.150
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

Pride and Prejudice - Jane Austen
Pride and Prejudice - Jane Austen
Rp66.750
Lihat di Shopee
Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp59.250
Lihat di Shopee
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Rp85.000
Lihat di Shopee
Hamlet - William Shakespeare
Hamlet - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee
Moby Dick - Herman Melville
Moby Dick - Herman Melville
Rp40.500
Lihat di Shopee
The Case-Book of Sherlock Holmes
The Case-Book of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee

• Sense and Sensibility •