Sense and Sensibility

Bab 49 – Cinta Akan Selalu Menemukan Jalannya

πŸ‘οΈ 9 tayangan

MESKI tampaknya membingungkan bagi keluarga Dashwood bagaimana Edward bisa bebas dari pertunangannya, satu hal pasti: Edward sekarang benar-benar bebas. Dan semua orang bisa langsung menebak, kebebasan itu akan digunakan untuk apa. Setelah mengalami pahitnya keterikatan yang tidak bijakβ€”yang bahkan tidak direstui ibunyaβ€”selama lebih dari empat tahun, wajar kalau semua mengira dia akan segera mengikat janji baru secepat mungkin.

Tujuan kedatangannya ke Barton sebenarnya sangat sederhana: dia ingin melamar Elinor. Meskipun ini bukan pertama kalinya Edward menyatakan perasaan, aneh rasanya melihat betapa gugupnya dia kali iniβ€”seolah sangat membutuhkan dorongan dan udara segar.

Namun tak butuh waktu lama baginya untuk mengumpulkan tekad yang cukup. Kesempatan pun segera datang, dan bagaimana ia mengungkapkan niatnya, serta bagaimana respons Elinorβ€”semua itu tak perlu diceritakan secara rinci. Cukup dikatakan, ketika mereka semua duduk untuk makan pukul empat soreβ€”sekitar tiga jam setelah Edward tibaβ€”ia telah mendapatkan jawaban dari Elinor, meraih restu dari ibunya, dan tidak hanya berada dalam posisi sebagai seorang kekasih yang tengah berbunga-bunga, tapi juga, secara nyata dan rasional, menjadi salah satu pria paling berbahagia di dunia.

Keadaannya memang luar biasa membahagiakan. Ia tidak sekadar merasakan kemenangan cinta yang diterima, tapi juga terbebasβ€”tanpa harus menanggung rasa bersalahβ€”dari keterikatan yang selama ini menyiksanya. Ia lepas dari perempuan yang sudah lama tidak ia cintai lagi, dan kini malah mendapatkan rasa aman bersama perempuan lainβ€”rasa aman yang sebelumnya nyaris tak berani ia harapkan. Ia tidak datang dari situasi menggantung atau ragu-ragu, tapi dari penderitaan menuju kebahagiaan. Dan perubahan itu terpancar dari kegembiraan tulus, hangat, dan penuh syukur, yang belum pernah disaksikan oleh siapa pun darinya sebelumnya.

Hatinya pun kini terbuka sepenuhnya kepada Elinor. Semua kelemahan dan kesalahan masa lalunya ia akui. Ia pun membicarakan kisah cinta masa remajanya dengan Lucy dengan gaya khas seorang pria dua puluh empat tahun yang mencoba bersikap bijak dan reflektif.

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 11 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Sense and Sensibility

×
×