Bab 45 – Kebahagiaan yang Tak Terduga dan Rencana Baru
SELAMA beberapa waktu setelah kepergian Willoughby—bahkan setelah suara keretanya benar-benar lenyap—Elinor masih belum sanggup berpikir jernih. Kepalanya dipenuhi oleh berbagai pikiran yang saling bertabrakan. Beragam, ya, tapi semuanya menyisakan perasaan muram. Ia bahkan belum sempat memikirkan kondisi adiknya.
Willoughby—lelaki yang setengah jam lalu masih begitu ia benci, yang ia anggap manusia paling tidak bermoral—kini, meski dengan segala kesalahan yang sudah diperbuatnya, justru membuat Elinor merasa iba. Ia merasakan simpati yang tak ia sangka akan muncul. Bukan karena Willoughby layak mendapatkannya, tapi karena rasa sedih atas penderitaan yang ditimbulkan oleh kesalahannya sendiri. Rasa iba itu, Elinor sadari, muncul lebih karena mengingat apa yang Willoughby harapkan, bukan karena dia pantas menerimanya.
Ia juga tahu bahwa pesona Willoughby—penampilannya yang menarik, sikap ramah yang terbuka dan penuh semangat—adalah hal-hal yang seharusnya tak memengaruhinya. Dan tentu saja, cinta Willoughby yang masih begitu kuat untuk Marianne… yang sayangnya, tak bisa dimaafkan begitu saja. Tapi Elinor tetap merasa seperti itu, bahkan jauh sebelum ia bisa menepis pengaruh Willoughby dari pikirannya.
Lanjut Baca Sampai Tamat?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca (Bab 10). Buat akun sekarang untuk lanjut membaca terjemahan novel Sense and Sensibility sampai tamat secara GRATIS!
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.