Sense and Sensibility

Bab 45 – Kebahagiaan yang Tak Terduga dan Rencana Baru

👁️ 8 tayangan

SELAMA beberapa waktu setelah kepergian Willoughby—bahkan setelah suara keretanya benar-benar lenyap—Elinor masih belum sanggup berpikir jernih. Kepalanya dipenuhi oleh berbagai pikiran yang saling bertabrakan. Beragam, ya, tapi semuanya menyisakan perasaan muram. Ia bahkan belum sempat memikirkan kondisi adiknya.

Willoughby—lelaki yang setengah jam lalu masih begitu ia benci, yang ia anggap manusia paling tidak bermoral—kini, meski dengan segala kesalahan yang sudah diperbuatnya, justru membuat Elinor merasa iba. Ia merasakan simpati yang tak ia sangka akan muncul. Bukan karena Willoughby layak mendapatkannya, tapi karena rasa sedih atas penderitaan yang ditimbulkan oleh kesalahannya sendiri. Rasa iba itu, Elinor sadari, muncul lebih karena mengingat apa yang Willoughby harapkan, bukan karena dia pantas menerimanya.

Ia juga tahu bahwa pesona Willoughby—penampilannya yang menarik, sikap ramah yang terbuka dan penuh semangat—adalah hal-hal yang seharusnya tak memengaruhinya. Dan tentu saja, cinta Willoughby yang masih begitu kuat untuk Marianne… yang sayangnya, tak bisa dimaafkan begitu saja. Tapi Elinor tetap merasa seperti itu, bahkan jauh sebelum ia bisa menepis pengaruh Willoughby dari pikirannya.

Saat akhirnya ia kembali ke kamar Marianne, gadis itu baru saja terbangun. Tidurnya panjang dan nyenyak—dan cukup untuk membawa sedikit harapan. Hati Elinor penuh sesak. Masa lalu, masa kini, masa depan… kunjungan Willoughby, keselamatan Marianne, dan kedatangan ibunya yang sudah sangat dinantikan—semuanya campur aduk dan membuatnya gelisah. Tapi tak ada tanda kelelahan terlihat dari dirinya, hanya rasa takut kalau ia tak sengaja memperlihatkan semuanya pada Marianne.

Untungnya, kekhawatiran itu hanya bertahan sebentar. Belum setengah jam setelah Willoughby pergi, suara kereta lain terdengar dari luar. Elinor langsung berlari turun ke ruang depan, tak ingin ibunya disiksa oleh kecemasan barang sedetik pun. Ia tiba tepat saat pintu terbuka dan dengan sigap menyambut serta menopang ibunya yang masuk dengan langkah lemas.

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 11 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV 🔒 🔒 NEXT

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Sense and Sensibility

×
×