Sense and Sensibility

Bab 31 – Bangun Tidur, Masih Sedih Juga

πŸ‘οΈ 6 tayangan

SETELAH malam yang ternyata lebih nyenyak dari perkiraannya, Marianne terbangun keesokan paginya dengan perasaan sedih yang sama seperti saat ia memejamkan mata tadi malam.

Elinor mencoba sebisa mungkin mengajaknya bicara tentang apa yang ia rasakan. Sebelum sarapan siap, mereka sudah membahas topik itu berulang kali. Elinor tetap tenang dan penuh kasih saat memberi nasihat, sementara Marianne tetap meledak-ledak, dengan perasaan yang terus berubah-ubah, persis seperti sebelumnya.

Kadang Marianne bisa percaya bahwa Willoughby sama malangnya dan sebersih dirinya. Tapi di lain waktu, semua harapan itu lenyap karena ia tak bisa membela Willoughby lagi. Ada saat-saat di mana ia seolah tak peduli dengan pandangan dunia luar, tapi di saat lain ia ingin mengasingkan diri selamanya, atau justru melawannya dengan penuh semangat.

Namun, dalam satu hal ia tetap konsisten: sebisa mungkin ia menghindari Mrs. Jennings, dan jika pun harus bertemu, ia memilih diam seribu bahasa. Ia sudah memutuskan bahwa Mrs. Jennings tidak mungkin bisa merasakan penderitaannya.

β€œTidak, tidak, tidak mungkin,” serunya. β€œDia tidak bisa benar-benar merasakan. Kebaikannya bukan simpati, dan sifat ramahnya bukan kelembutan. Yang dia mau cuma gosip, dan sekarang dia menyukaiku cuma karena aku bisa memberikannya bahan omongan.”

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 11 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Sense and Sensibility

×
×