Bab 43 – Keajaiban Pagi β Marianne di Ambang Bahaya!
KEESOKAN paginya, Marianne bangun seperti biasa. Setiap kali ditanya soal kondisinya, ia selalu menjawab bahwa dirinya sudah membaik, dan berusaha membuktikannya dengan kembali ke rutinitas harian. Tapi sepanjang hari hanya dihabiskan dengan duduk gemetar di dekat perapian, buku di tangan yang tak sanggup ia baca, atau berbaring lemas di sofa. Jelas sekali, keadaannya belum menunjukkan perbaikan. Dan ketika malam tiba ia memilih tidur lebih awal dengan kondisi makin tidak enak badan, satu-satunya yang membuat Colonel Brandon heran adalah ketenangan Elinor.
Sepanjang hari, Elinor menemani dan merawat Marianne dengan sabar, meski adiknya menolak perhatian tersebut. Ia bahkan memaksa Marianne untuk minum obat yang layak saat malam tiba. Meski begitu, Elinor tetap sependapat dengan Marianne bahwa tidur akan menjadi penyembuh terbaikβdan tidak merasa benar-benar khawatir.
Sayangnya, malam yang diharapkan menjadi obat justru berubah jadi malam penuh kegelisahan dan demam. Keesokan paginya, meskipun tetap mencoba bangun, Marianne akhirnya mengaku tidak kuat untuk duduk dan kembali ke tempat tidur atas kemauannya sendiri. Saat itu, Elinor dengan cepat mengikuti saran Mrs. Jennings: memanggil apoteker langganan keluarga Palmer.
Tak lama, sang apoteker datang dan memeriksa kondisi Marianne. Meski ia meyakinkan Elinor bahwa hanya butuh beberapa hari untuk sembuh, ucapannya bahwa penyakit itu punya kecenderungan menjadi βbusukβ serta menyebut kata βinfeksiβ cukup membuat Mrs. Palmer langsung panikβterutama soal keselamatan bayinya.
Mrs. Jennings, yang sejak awal sebenarnya sudah merasa penyakit Marianne lebih serius daripada dugaan Elinor, kini tampak semakin cemas setelah mendengar laporan dari Mr. Harris. Ia pun mendukung kekhawatiran dan kehati-hatian Charlotte, dan menyarankan agar ibu dan bayi segera dipindahkan. Mr. Palmer, meskipun menganggap kecemasan itu berlebihan, tak sanggup menolak desakan istrinya yang begitu keras. Maka, hanya dalam waktu satu jam setelah kedatangan Mr. Harris, keberangkatan Mrs. Palmer pun diputuskan.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 11 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.