Bab 32 – Hati Remuk, Tapi Musti Move On Juga!
KETIKA Elinor menceritakan isi percakapannya dengan Kolonel Brandon kepada Marianneβyang tentu saja terjadi tak lama setelahnyaβreaksi yang ia lihat tidak sepenuhnya seperti yang ia harapkan.
Bukan berarti Marianne meragukan kebenaran cerita itu. Ia mendengarkan semuanya dengan tenang dan penuh perhatian, tidak mengajukan keberatan apa pun, tidak mengomentari, apalagi membela Willoughby. Air matanya bahkan menunjukkan bahwa ia merasa tak mungkin lagi mempertahankannya.
Sikap itu membuat Elinor yakin bahwa Marianne benar-benar menyadari kesalahan besar Willoughby. Ia merasa lega saat melihat adiknya tidak lagi menghindar saat Kolonel Brandon datang berkunjung, bahkan berbicara dengannya atas inisiatif sendiriβdengan nada penuh hormat dan iba.
Elinor juga memperhatikan bahwa perasaan Marianne tidak lagi sepanas sebelumnya. Tapi sayangnya, itu bukan berarti ia lebih bahagia.
Marianne memang terlihat lebih tenang, tapi tenangnya itu kelam, penuh duka. Ia justru merasa kehilangan yang lebih dalamβbukan hanya kehilangan cinta Willoughby, tapi juga kehilangan sosoknya yang selama ini ia pikir sebagai pria terhormat.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 11 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!




Silakan login untuk meninggalkan komentar.