Sense and Sensibility

Bab 32 – Hati Remuk, Tapi Musti Move On Juga!

πŸ‘οΈ 10 tayangan

KETIKA Elinor menceritakan isi percakapannya dengan Kolonel Brandon kepada Marianneβ€”yang tentu saja terjadi tak lama setelahnyaβ€”reaksi yang ia lihat tidak sepenuhnya seperti yang ia harapkan.

Bukan berarti Marianne meragukan kebenaran cerita itu. Ia mendengarkan semuanya dengan tenang dan penuh perhatian, tidak mengajukan keberatan apa pun, tidak mengomentari, apalagi membela Willoughby. Air matanya bahkan menunjukkan bahwa ia merasa tak mungkin lagi mempertahankannya.

Sikap itu membuat Elinor yakin bahwa Marianne benar-benar menyadari kesalahan besar Willoughby. Ia merasa lega saat melihat adiknya tidak lagi menghindar saat Kolonel Brandon datang berkunjung, bahkan berbicara dengannya atas inisiatif sendiriβ€”dengan nada penuh hormat dan iba.

Elinor juga memperhatikan bahwa perasaan Marianne tidak lagi sepanas sebelumnya. Tapi sayangnya, itu bukan berarti ia lebih bahagia.

Marianne memang terlihat lebih tenang, tapi tenangnya itu kelam, penuh duka. Ia justru merasa kehilangan yang lebih dalamβ€”bukan hanya kehilangan cinta Willoughby, tapi juga kehilangan sosoknya yang selama ini ia pikir sebagai pria terhormat.

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 11 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Sense and Sensibility

×
×