Sense and Sensibility

Bab 48 – Edward Bongkar Rahasia, Elinor Akhirnya Lega!

👁️ 11 tayangan

KINI Elinor benar-benar merasakan perbedaan antara mengantisipasi kabar buruk—meskipun pikiran sudah disiapkan untuk menerimanya—dengan saat kabar itu benar-benar datang. Ia sadar bahwa, tanpa disadarinya sendiri, selama Edward belum menikah, ia masih menyimpan harapan kecil: bahwa akan ada sesuatu yang terjadi dan menggagalkan pernikahan itu. Mungkin Edward sendiri berubah pikiran, atau ada teman yang turun tangan, atau Lucy mendapat kesempatan hidup yang lebih baik. Tapi sekarang Edward telah menikah, dan Elinor tak bisa memaafkan hatinya karena diam-diam terus berharap—yang justru membuat kabar itu terasa jauh lebih menyakitkan.

Ia sempat terkejut juga mengetahui Edward menikah begitu cepat, bahkan sebelum ia resmi ditahbiskan, yang berarti belum bisa menempati posisi di paroki. Tapi tak butuh waktu lama untuk menyadari bahwa Lucy, dengan sifatnya yang penuh perhitungan dan ingin serba cepat, pasti hanya memikirkan satu hal: jangan sampai kehilangan Edward karena menunda terlalu lama. Jadi mereka menikah di kota, dan sekarang sedang dalam perjalanan ke rumah pamannya.

Elinor bertanya-tanya—apa yang Edward rasakan saat hanya berjarak beberapa mil dari Barton? Saat melihat pelayan keluarganya? Saat mendengar pesan Lucy?

Mereka pasti akan segera menetap di Delaford—tempat yang, entah kenapa, membuat Elinor merasa begitu terikat. Ia ingin mengenal tempat itu, namun juga enggan mendekat. Ia membayangkan mereka tinggal di rumah pastoran kecil; Lucy, seperti biasa, menjadi pengatur segala hal—ingin tampil gaya tapi tetap hemat, bahkan diam-diam melakukan penghematan yang membuatnya malu jika sampai ketahuan. Lucy akan berusaha menyenangkan semua orang penting—Kolonel Brandon, Mrs. Jennings, siapa pun yang punya pengaruh atau uang. Sedangkan Edward… Elinor bahkan tak tahu apa yang ia harapkan darinya. Bahagia atau tidak, semuanya membuat hatinya pedih. Ia bahkan tak sanggup membayangkan wajahnya.

Elinor sempat berharap akan ada kerabat di London yang mengirim kabar—setidaknya mengonfirmasi berita itu dan memberi detail. Tapi hari demi hari berlalu, dan tak ada satu pun surat datang. Meski tak yakin siapa yang layak disalahkan, ia jadi kesal pada semua teman yang tak hadir. Rasanya semua orang jadi tak peduli dan malas.

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 11 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV 🔒 🔒 NEXT

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Sense and Sensibility

×
×