Sense and Sensibility

Bab 16 – Kedatangan yang Tak Diduga

๐Ÿ‘๏ธ 8 tayangan

MARIANNE akan merasa sangat bersalah kalau sampai bisa tidur nyenyak di malam pertama setelah perpisahannya dengan Willoughby. Ia bahkan akan malu menatap wajah keluarganya keesokan pagi, jika ia bangun dengan tubuh lebih segar daripada saat ia berbaring. Tapi untungnyaโ€”atau malangnyaโ€”perasaan yang membuat ketenangan terasa memalukan itu justru mencegahnya dari tidur sama sekali. Ia terjaga sepanjang malam, dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan menangis.

Pagi harinya ia bangun dengan kepala pening, tak sanggup berbicara, dan tidak berselera makan. Sepanjang waktu itu ia justru membuat ibunya dan saudari-saudarinya ikut terluka, dan menolak segala bentuk hiburan atau penghiburan dari mereka. Perasaannya begitu mendalam, terlalu kuat untuk diabaikan.

Setelah sarapan selesai, Marianne pergi keluar sendiri dan berjalan mengelilingi desa Allenham. Ia tenggelam dalam kenangan masa-masa indah bersama Willoughby, dan menangisi kenyataan pahit yang sekarang ia alami. Hampir sepanjang pagi ia habiskan dengan begitu.

Malam harinya ia pun kembali larut dalam perasaan sedih. Ia memainkan semua lagu kesukaannyaโ€”lagu-lagu yang dulu biasa ia mainkan untuk Willoughby. Semua nada yang dulu mereka nyanyikan bersama. Ia duduk di depan piano, menatap setiap baris not musik yang pernah Willoughby tuliskan untuknya, sampai hatinya terasa begitu beratโ€”bahkan tak ada lagi ruang untuk kesedihan tambahan. Dan โ€œnourishment of griefโ€ itu menjadi kebiasaan hariannya.

Ia menghabiskan berjam-jam di depan piano, menyanyi dan menangis bergantian; kadang-kadang suaranya bahkan hilang tertahan air mata. Tak hanya lewat musik, ia pun sengaja mencari luka lewat bacaan. Buku-buku yang dibacanya hanyalah buku yang pernah mereka baca bersama.

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 11 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV ๐Ÿ”’ ๐Ÿ”’ NEXT

๐Ÿ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Sense and Sensibility

×
×