Sense and Sensibility

Bab 22 – Rahasia yang Mengejutkan

πŸ‘οΈ 5 tayangan

MARIANNE memang dari dulu tidak pernah sabar menghadapi hal-hal seperti sikap tak tahu diri, cara bicara kasar, kurangnya kecerdasan, atau bahkan selera yang berbeda dari dirinya. Dan karena suasana hatinya sedang tidak baik saat itu, ia jadi makin sulit bersikap ramah kepada para Miss Steele, apalagi membuka diri terhadap pendekatan mereka. Sikap dinginnya yang konsisten membuat segala usaha mereka untuk akrab jadi gagal total. Elinor pun mengira itulah alasan utama kenapa kedua wanita itu, terutama Lucy, jadi lebih memilih mendekatinya daripada Marianne. Lucy, misalnya, tidak melewatkan satu pun kesempatan untuk mengajak Elinor ngobrol atau mencoba mempererat hubungan lewat obrolan ringan dan terbuka tentang pikirannya sendiri.

Lucy sebenarnya cukup cerdas secara alami; komentarnya sering tepat sasaran dan kadang lucu juga. Buat teman ngobrol selama setengah jam, Elinor cukup senang dengannya. Tapi kemampuan Lucy itu tidak pernah benar-benar diasah lewat pendidikan. Ia tidak terpelajar dan kurang wawasan. Kekurangan pengetahuan umum yang paling dasar pun sulit ia sembunyikan dari Miss Dashwood, meskipun ia terus berusaha tampil memikat. Elinor bisa melihat itu, dan diam-diam ia merasa iba. Lucy punya potensi, tapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk berkembang melalui pendidikan. Namun rasa simpatinya jadi jauh berkurang ketika ia menyadari betapa Lucy juga kekurangan rasa halus, kejujuran, dan ketulusan hati. Semua perhatian dan pujian Lucy saat berada di rumah Sir John Middleton terasa dibuat-buat. Elinor tidak bisa benar-benar menikmati kebersamaan dengan seseorang yang berpura-pura dan bodoh sekaligus; yang karena minimnya pendidikan tidak bisa diajak ngobrol setara, dan yang sikapnya kepada orang lain membuat setiap bentuk perhatian kepada Elinor sendiri jadi kehilangan arti.

β€œPertanyaan ini mungkin terdengar aneh, ya,” kata Lucy suatu hari ketika mereka sedang berjalan kaki dari Park ke pondok, β€œtapi… maaf, apakah Anda kenal langsung dengan ibu mertua kakak Andaβ€”Mrs. Ferrars?”

Elinor memang menganggap itu pertanyaan yang aneh, dan raut wajahnya langsung menunjukkan itu. Ia menjawab bahwa ia belum pernah bertemu dengan Mrs. Ferrars.

β€œMasa sih?” balas Lucy. β€œSaya kira Anda pasti pernah ketemu beliau di Norland. Jadi… Anda tidak tahu seperti apa orangnya?”

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 11 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Sense and Sensibility

×
×