Bab 17 – Perdebatan Soal Kebahagiaan
MRS. DASHWOOD hanya terkejut sebentar melihat kehadiran Edward; baginya, kunjungan ke Barton adalah hal yang paling wajar. Rasa bahagia dan hangatnya jauh lebih bertahan lama dibanding rasa herannya. Ia menyambut Edward dengan penuh kehangatan; dan sikap malu-malu, dingin, serta tertutup yang tadi sempat terlihat pada Edward, langsung luluh oleh sambutan itu. Bahkan sebelum ia memasuki rumah, sikap-sikap itu sudah mulai memudar, dan benar-benar hilang ketika disambut dengan keramahan khas Mrs. Dashwood.
Memang, sulit rasanya bagi seorang pria yang sedang jatuh cinta pada salah satu putri Mrs. Dashwood untuk tidak sekaligus terpesona pada ibunya juga. Elinor pun merasa lega melihat Edward mulai kembali seperti dirinya yang dulu. Perhatiannya pada mereka kembali hidup, dan kepeduliannya terhadap kebahagiaan mereka kembali terasa.
Meski begitu, semangat Edward belum benar-benar pulih. Ia memuji rumah mereka, mengagumi pemandangannya, bersikap ramah dan perhatian, tapi tetap terlihat lesu. Seluruh keluarga bisa merasakannya. Mrs. Dashwood menduga sikap itu disebabkan oleh kurangnya dukungan dari sang ibu, dan saat mereka duduk makan malam, ia pun merasa kesal pada semua orang tua yang egois.
βApa rencana Mrs. Ferrars untukmu saat ini, Edward?β tanyanya ketika makan malam usai dan mereka berkumpul di dekat perapian. βApakah kamu masih ditakdirkan jadi orator hebat, meski tanpa niat?β
βTidak,β jawab Edward. βAku harap ibuku sekarang sudah sadar kalau aku sama sekali tidak punya bakat, apalagi minat, untuk kehidupan publik.β
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 11 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.