Sense and Sensibility

Bab 24 – Permainan Rahasia dan Rencana yang Rapuh

πŸ‘οΈ 6 tayangan

DENGAN suara tegas namun tetap berhati-hati, Elinor pun memulai pembicaraan.

β€œAku akan merasa tak pantas menerima kepercayaan yang sudah kamu berikan, kalau aku sama sekali tidak ingin menjaga kepercayaan itu atau tidak penasaran lagi soal hal yang kita bicarakan sebelumnya. Jadi aku tidak akan minta maaf karena membahasnya lagi.”

β€œTerima kasih,” sahut Lucy dengan penuh semangat, β€œkarena sudah membuka pembicaraan. Aku lega sekali. Soalnya, entah kenapa, aku sempat takut kalau aku sudah menyinggungmu waktu cerita hari Senin itu.”

β€œMenyinggungku? Kenapa kamu bisa berpikir begitu? Percayalah,” ujar Elinor dengan tulus, β€œsedikit pun aku tak berniat membuatmu merasa begitu. Apa kamu pikir kamu punya alasan tidak terhormat untuk mempercayaiku?”

β€œTapi sungguh, aku merasa waktu itu kamu jadi agak dingin dan kelihatan tak senang, sampai-sampai aku jadi tidak nyaman. Aku sempat yakin kamu marah, dan sejak itu aku terus menyalahkan diri sendiri karena sudah lancang menceritakan urusanku padamu. Tapi aku senang ternyata itu cuma perasaanku sendiri, dan kamu tidak menyalahkanku. Kalau kamu tahu betapa leganya aku bisa meluapkan isi hati tentang sesuatu yang terus-menerus mengisi pikiranku, pasti kamu akan memaklumi semuanya.”

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 11 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Sense and Sensibility

×
×