Sense and Sensibility

Bab 11 – Marianne dan Willoughby Sedang Kasmaran

πŸ‘οΈ 13 tayangan

TAK pernah terpikir oleh Mrs. Dashwood dan kedua putrinya, saat pertama kali mereka datang ke Devonshire, bahwa mereka akan begitu sibuk dengan berbagai acara dan kunjungan, sampai-sampai hampir tak punya waktu luang untuk urusan yang lebih serius. Tapi begitulah kenyataannya. Begitu Marianne pulih, segala rencana hiburan yang sejak awal telah disiapkan Sir John langsung dijalankan. Pesta dansa pribadi di kediaman Sir John pun dimulai, dan acara jalan-jalan naik perahu diselenggarakan sesering cuaca bulan Oktober yang sering hujan memungkinkan.

Willoughby selalu diundang dalam setiap acara. Suasana santai dan keakraban yang tercipta dalam pertemuan-pertemuan itu membuat hubungan antara dirinya dan keluarga Dashwood makin dekat. Ia punya banyak kesempatan untuk menyaksikan keistimewaan Marianne, memperlihatkan kekagumannya secara terang-terangan, dan menerima dari sikap Marianne kepadanya berbagai sinyal jelas tentang perasaan gadis itu.

Elinor tidak heran melihat kedekatan mereka. Ia hanya berharap semuanya tidak terlalu ditunjukkan secara terang-terangan. Ia bahkan sempat sekali dua kali menyarankan kepada Marianne untuk lebih bisa menahan diri. Namun bagi Marianne, menyembunyikan sesuatu yang tidak perlu disembunyikan adalah sesuatu yang memalukan. Menurutnya, menahan perasaan yang sebenarnya tidak salah justru berarti tunduk pada norma-norma usang dan pikiran sempit. Willoughby pun sependapat. Tingkah laku mereka sehari-hari mencerminkan keyakinan mereka.

Selama Willoughby ada, Marianne seolah tak melihat orang lain. Apa pun yang ia lakukan terasa benar. Apa pun yang ia ucapkan terdengar cerdas. Kalau malam itu ada permainan kartu di rumah Sir John, Willoughby akan rela β€œmengalah” demi membuat Marianne mendapat kartu yang bagus. Kalau ada dansa, mereka selalu jadi pasangan hampir sepanjang waktu. Kalaupun harus berganti pasangan untuk beberapa lagu, mereka akan tetap berdiri berdekatan dan hampir tidak berbicara dengan orang lain. Tingkah mereka tentu saja membuat mereka jadi bahan olok-olokan. Tapi ejekan tidak cukup membuat mereka malu, bahkan seolah tidak mengganggu mereka sama sekali.

Mrs. Dashwood sendiri terlalu larut dalam kegembiraan mereka, hingga tidak merasa perlu menahan atau menegur apa pun. Bagi beliau, itu semua hanyalah wujud alami dari cinta yang kuat pada jiwa muda yang penuh semangat.

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 11 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Sense and Sensibility

×
×