Bab 35 – Edward Bikin Suasana Jadi Canggung
RASA penasaran Elinor untuk bertemu dengan Mrs. Ferrars akhirnya terpenuhi. Dan dari pertemuan itu, ia menemukan semua alasan mengapa hubungan lebih lanjut antara keluarga mereka sebaiknya dihindari. Ia melihat sendiri betapa besar kesombongan, kekikiran, dan prasangka yang dimiliki perempuan itu terhadap dirinyaβcukup untuk memahami segala rintangan yang pasti akan mengganggu pertunangannya dengan Edward dan memperlambat rencana pernikahan mereka, seandainya pun tidak ada halangan lain.
Dan Elinor hampir merasa bersyukurβdemi dirinya sendiriβkarena satu penghalang besar telah menyelamatkannya dari berbagai kesulitan lain yang bisa muncul akibat campur tangan Mrs. Ferrars. Ia terbebas dari ketergantungan pada sikap suka-tidak suka sang ibu, dan juga dari keharusan mencari-cari restunya. Setidaknya, meski ia belum sampai pada titik bersyukur Edward terikat pada Lucy, ia merasa bahwa seandainya Lucy lebih menyenangkan, mungkin ia memang seharusnya bersyukur.
Yang membuatnya heran, semangat Lucy bisa sebegitu tingginya hanya karena diperlakukan ramah oleh Mrs. Ferrars. Betapa ambisi dan rasa percaya dirinya membutakan dirinya sampai-sampai ia menganggap perhatian yang ia terimaβyang sejatinya hanya diberikan karena ia bukan Elinorβsebagai sebuah bentuk pujian tulus. Lucy bahkan merasa bersemangat karena dianggap βdipilihβ, padahal kenyataannya statusnya sebagai tunangan Edward tidak diketahui sama sekali. Tapi memang begitulah yang tampak, dan Lucy menegaskannya lagi keesokan paginya secara lebih terbuka.
Atas permintaannya sendiri, Lady Middleton menurunkannya di Berkeley Street, dengan harapan bisa bertemu Elinor sendirianβuntuk menceritakan betapa bahagianya ia.
Dan harapan itu terkabul. Tak lama setelah Lucy tiba, datanglah pesan dari Mrs. Palmer yang membuat Mrs. Jennings buru-buru pergi.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 11 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.