Bab 15 – Mr. Collins dan Rencana Pernikahannya
WILLIAM Collins bukan tipe laki-laki yang bijak atau cerdas, dan sayangnya, pendidikan maupun lingkungan sosialnya juga enggak banyak membantu. Sebagian besar hidupnya dihabisin di bawah asuhan ayah yang pelit dan enggak berpendidikan. Meskipun dia sempet kuliah di salah satu universitas ternama, dia cuma hadir di kelas sebatas formalitas, tanpa bener-bener jalin koneksi yang berarti.
Didikan keras dari ayahnya dulu sempet bikin Mr. Collins jadi pribadi rendah hati dalam bersikap. Tapi sekarang, sifat itu udah agak lunturβdiganti sama rasa percaya diri yang agak kelewat tinggi, hasil dari pengalaman hidup menyendiri dan keberuntungan yang dateng terlalu cepat dan enggak disangka-sangka.
Ceritanya, gara-gara suatu kebetulan yang sangat nguntungin, dia direkomendasiin untuk ngisi posisi pendeta di Hunsford oleh Lady Catherine de Bourgh. Rasa hormatnya pada status sosial Lady Catherine yang tinggi, ditambah dengan rasa kagum karena wanita itu adalah βbosβ-nya, bercampur dengan rasa bangga pada dirinya sendiri sebagai pendeta dan pemilik hak atas jabatan ituβngebentuk perpaduan aneh antara kesombongan dan kerendahan hati, antara ngerasa penting dan sok tunduk.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca bagi guest visitor. Cukup buat akun Reader KlikNovel untuk membaca lebih banyak bab terjemahan novel Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual).
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!


Silakan login untuk meninggalkan komentar.