Bab 18 – Berlomba-lomba Bikin Malu Diri Sendiri

πŸ‘οΈ 17 tayangan

BEGITU Elizabeth masuk ke ruang tamu di Netherfield dan ngeliat sekeliling nyari-nyari sosok George Wickham di antara para perwira berbaju merah yang lagi ngumpul di sana, dia sama sekali enggak nyangka kalo Mr. Wickham malah enggak hadir.

Dari awal Elizabeth yakin banget bakal ketemu dengan si perwira muda malem itu. Enggak ada satu pun alasan yang bisa ngalangin dia untuk berharap begitu. Malah, dia dandan lebih niat dari biasanya, semangat banget buat naklukkin sisa-sisa hati Mr. Wickham yang mungkin belum jatuh sepenuhnya padanya. Dia optimistis, malem ini bisa jadi momen kemenangan.

Tapi semua harapan itu langsung buyar pas muncul rasa curigaβ€”jangan-jangan George Wickham sengaja enggak diundang sama keluarga Bingley, demi nyenangin Fitzwilliam Darcy. Dan meski sebenernya bukan itu alasannya, fakta bahwa Mr. Wickham emang enggak dateng dikonfirmasi langsung sama temennya, Mr. Denny, yang buru-buru disamperin Lydia.

β€œOh, dia ke kota kemarin, katanya ada urusan kerjaan,” kata Mr. Denny, terus nambahin sambil senyum-senyum penuh arti, β€œKalau dia enggak bermaksud menghindari seseorang yang juga hadir di sini, mungkin urusan itu bisa ditunda.”

Tambahan ucapan itu emang enggak didenger Lydia, tapi jelas banget ketangkep telinga Elizabethβ€”dan baginya itu cukup untuk mastiin kalo absennya George Wickham emang karena seorang Fitzwilliam Darcy. Seketika rasa kecewa dan marah Elizabeth terhadap Mr. Darcy tambah membara. Sampe-sampe waktu Mr. Darcy deketin dia dan nanya kabar dengan sopan, Elizabeth nyaris enggak bisa bales dengan ramah.

πŸ“–

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual)

×
×