Bab 38 – Pamitan Terakhir dan Rahasia yang Disimpan

Β±890 kata, sekitar 4 menit baca
πŸ‘οΈ 10 tayangan

PAGI Sabtu itu, Elizabeth dan Mr. Collins kebetulan udah duduk sarapan beberapa menit sebelum yang lain muncul. Mr. Collins langsung manfaatin momen itu buat ngucapin basa-basi perpisahan yang menurutnya wajib banget disampein.

“Saya tidak tahu, Nona Elizabeth,” katanya sok formal, “apakah istri saya sudah sempat menyampaikan betapa kami berterima kasih atas kunjungan Anda atau belum. Tapi saya yakin Anda tidak akan pergi dari rumah ini tanpa mendengar ucapan terima kasih dari kami. Kehadiran Anda itu sangat berarti, sungguh. Kami sadar, rumah kami ini bukan tempat yang menarik bagi siapa punβ€”gaya hidup kami yang sederhana, ruangan kecil, pembantu cuma segelintir, dan kehidupan sosial yang nyaris tidak adaβ€”semuanya pasti membuat Hunsford terasa membosankan sekali untuk seorang gadis muda seperti Anda. Tapi kami benar-benar bersyukur Anda mau merendah untuk datang kemari, dan kami sudah berusaha semaksimal mungkin supaya Anda tidak bosan di sini.”

Elizabeth langsung jawab dengan senyuman dan ucapan terima kasih tulus. Dia emang menikmati enam minggu itu dengan hati seneng. Bisa ngabisin waktu bareng Charlotte dan nerima begitu banyak perhatian hangat bikin dia ngerasa beruntung. Mr. Collins kelihatan puas, dan dengan gaya formal tapi sumringah, dia lanjut lagi:

“Sungguh senang mendengar bahwa Anda tidak merasa tersiksa selama di sini. Kami memang sudah mencoba memberikan yang terbaik. Untungnya juga, kami bisa memperkenalkan Anda pada kalangan atas, dan berkat hubungan kami dengan Rosings, kami cukup sering bisa ‘menyegarkan suasana’ dari rutinitas rumah ini. Saya rasa kami cukup berhak untuk merasa bangga bahwa kunjungan Anda ke Hunsford ini tidak sepenuhnya membosankan. Hubungan kami dengan keluarga Lady Catherine itu benar-benar anugerah luar biasa yang jarang dimiliki orang lain. Anda lihat sendiri bagaimana dekatnya kami dengan mereka. Hampir setiap hari kami ke sana. Jujur saja, walaupun rumah pendeta ini penuh kekurangan, saya rasa siapa pun yang tinggal di sini tidak perlu dikasihaniβ€”selama dia bisa ikut menikmati kedekatan kami dengan Rosings.”

Saking semangatnya, Mr. Collins sampe ngerasa musti tegak dan mondar-mandir di ruangan karena kata-kata aja enggak cukup buat ngeluapin perasaannya. Sementara itu, Elizabeth berusaha keras nanggepin dengan ramah tanpa harus berpura-pura.

πŸ“–

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual)

×
×