Bab 41 – Drama Pro-Kontra Lydia Diajak ke Brighton
MINGGU pertama setelah mereka balik dari Kent berlalu begitu aja. Minggu kedua pun dimulai, dan itu jadi minggu terakhir pasukan tentara tinggal di Meryton. Semua gadis muda di sekitar sana kelihatan lemes tanpa semangat. Suasana hati mereka bener-bener suram. Cuma kakak-beradik Bennet yang paling tua yang masih bisa makan, minum, tidur, dan ngelanjutin rutinitas kayak biasa.
Catherine sama Lydia bolak-balik ngeluh karena ngerasa dua kakaknya itu terlalu cuek dan dingin. Mereka sendiri udah kayak lagi ngerayain hari patah hati nasional, dan enggak bisa paham kenapa orang lain di keluarga mereka bisa-bisanya kelihatan santai-santai aja.
βYa Tuhan! Habis ini kita mau jadi apa? Harus ngapain dong kita?β seru mereka sambil drama maksimal. βLizzy, kamu kok bisa-bisanya senyum sih, di momen kayak gini?β
Mrs. Bennet juga ikut larut dalam kesedihan. Momen ini bikin dia inget betul rasanya ditinggal pasukan tentara 25 tahun lalu.
βWaktu itu,β kenang Mrs. Bennet, βMama nangis dua hari dua malem pas pasukan Kolonel Millar pergi dari sini. Rasanya hati Mama kayak mau copot.β
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!


Silakan login untuk meninggalkan komentar.