Bab 30 – Mr. Darcy Datang dan Elizabeth Mulai Penasaran

Β±1.000 kata, sekitar 5 menit baca
πŸ‘οΈ 17 tayangan

SIR William cuma tinggal seminggu di Hunsford, tapi itu udah cukup untuk bikin dia yakin kalo putrinya bener-bener hidup nyaman. Suaminya, William Collins, dan tetangganya yang “istimewa” juga dia anggap sebagai pasangan yang jarang bisa ditemuin.

Selama Sir William di sana, Mr. Collins rajin banget ngajak jalan-jalan pagi naik kereta kudanya buat nunjukin pemandangan desa. Tapi begitu Sir William pulang, semua orang balik ke rutinitas masing-masing, dan Elizabeth diem-diem bersyukur karena perubahan itu enggak bikin dia musti lebih sering ketemu sepupunya itu.

Sekarang, waktu antara sarapan dan makan siang biasanya dihabisin Mr. Collins untuk berkebun, baca buku, nulis, atau sekadar bengong sambil lihat keluar jendela dari ruang bacanya yang ngadep jalan. Ruang tempat para wanita biasanya duduk posisinya di belakang rumah, jadi enggak kelihatan ke jalan.

Awalnya Elizabeth heran kenapa Charlotte enggak milih ruang makan buat tempat ngumpul biasa. Soalnya ruang makan itu lebih gede dan pencahayaannya lebih bagus. Tapi akhirnya dia paham jugaβ€”Charlotte ternyata punya alasan yang cerdas. Kalo mereka duduk di ruang yang “hidup”, Mr. Collins pasti bakal lebih sering nongol dan gangguin. Jadi, Elizabeth pun salut sama pilihan Charlotte.

Dari ruang duduk mereka, para wanita enggak bisa lihat apa pun yang terjadi di jalan kecil depan rumah. Jadi, mereka ngandelin laporan Mr. Collins soal siapa aja yang lewat. Terutama soal Miss De Bourgh yang hampir tiap hari lewat naik kereta kecilnyaβ€”dan tiap kali itu terjadi, Mr. Collins pasti langsung dateng ngasih tahu, seolah itu berita penting banget.

πŸ“–

Mau Lanjut Baca?

Kamu sudah mencapai batas bebas baca 4 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader untuk melanjutkan membaca.

PREV πŸ”’ πŸ”’ NEXT

πŸ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual)

×
×