Bab 42 – Destinasi Liburan Berubah dan Rencana Dadakan ke Pemberley
• Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual) •
KALO penilaian Elizabeth soal kehidupan pernikahan cuma didasarin ke keluarganya sendiri, bisa dibilang dia bakal punya gambaran yang suram soal kebahagiaan rumah tangga. Papanya, dulu terpikat oleh wajah cantik, usia muda, dan kesan ceria yang sering dateng bareng dua hal itu, nikah sama seorang perempuan yang, sayangnya, punya pikiran sempit dan cara pandang yang dangkal. Enggak butuh waktu lama setelah nikah, semua rasa cinta yang tulus hilang begitu aja. Rasa hormat, kagum, dan kepercayaan juga ikut lenyap. Harapan akan rumah tangga bahagia pun hancur.
Tapi Mr. Bennet bukan tipe orang yang nyari pelarian ke hal-hal negatif buat nutupin kekecewaannya sendiri. Dia lebih milih menghibur diri dengan baca buku dan nikmatin suasana pedesaan, dua hal yang jadi sumber kebahagiaan utamanya. Soal istrinya? Ya… bisa dibilang satu-satunya “kontribusi” Mrs. Bennet adalah kebodohan dan keluguannya, yang kadang malah bikin Mr. Bennet terhibur.
Tentu aja ini bukan bentuk kebahagiaan ideal yang dimaui seorang suami dari pasangannya. Tapi, kalo emang enggak ada hiburan lain, seorang “filsuf sejati” mungkin bisa tetep ambil manfaat dari apa pun yang tersedia di sekitarnya.
Lanjut Baca Sampai Tamat?
Kamu sudah mencapai batas Zona Bebas Baca (Bab 13). Buat akun sekarang untuk lanjut membaca terjemahan novel Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual) sampai tamat secara GRATIS!
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!
Silakan login untuk meninggalkan komentar.