Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual)

Bab 1 – Pria Kaya Baru di Netherfield Park

๐Ÿ‘๏ธ 103 tayangan

UDAH jadi rahasia umum yang semua orang tahu: kalau ada cowok single yang kaya raya, pasti deh semua orang mikir dia lagi nyari istri.

Walaupun kita enggak tahu gimana sebenarnya perasaan atau niat si cowok pas pertama kali pindah ke lingkungan baru, anggapan itu udah nempel banget di kepala keluarga-keluarga sekitar. Mereka langsung nganggep dia sebagai “hak milik sah” salah satu anak cewek mereka.

โ€œSuamiku sayang,โ€ kata Mrs. Bennet suatu hari, โ€œkamu udah denger belum, Netherfield Park akhirnya disewain juga?โ€

Mr. Bennet jawab, belum.

โ€œTapi beneran, lho,โ€ lanjut istrinya, โ€œsoalnya Mrs. Long baru aja main ke sini, dan dia cerita semuanya.โ€

Mr. Bennet enggak nyaut.

โ€œKamu enggak penasaran siapa yang nyewa?โ€ tanya istrinya agak sebal.

โ€œKamu mau cerita, kan? Ya udah, aku dengerin aja.โ€

Itu berarti lampu hijau buat Mrs. Bennet untuk mulai cerita.

โ€œJadi gini lho, Sayang, Mrs. Long bilang yang nyewa Netherfield itu cowok muda kaya banget dari daerah utara sana. Dia datang Senin kemarin naik kereta berempat buat lihat-lihat rumahnya, dan katanya dia langsung suka banget, malah deal sama Mr. Morris saat itu juga. Dia bakal pindah sebelum akhir September, dan beberapa pelayannya udah mulai masuk minggu depan.โ€

โ€œNamanya siapa?โ€

โ€œBingley. Charles Bingley.โ€

โ€œUdah nikah apa masih jomblo?โ€

โ€œOh! Masih jomblo dong, Sayang! Cowok muda, tajir, penghasilan empat atau lima ribu pound setahun. Wah, ini kesempatan emas buat anak-anak kita!โ€

(Just info, pada tahun 1813 yang merupakan tahun setting cerita ini, punya uang ยฃ1.000 saja sudah cukup untuk hidup mewah seumur hidup tanpa bekerja. Jadi, dengan penghasilan ยฃ4.000 hingga ยฃ5.000 per tahun, Mr. Charles Bingley sudah pasti masuk kategori tajir banget pada masa itu.)

โ€œLho, emangnya kenapa? Apa hubungannya sama mereka?โ€

โ€œYah ampun, Sayang,โ€ sahut istrinya, โ€œkok kamu nyebelin banget, sih! Tentu aja aku mikirnya dia bakal nikah sama salah satu dari anak-anak kita.โ€

โ€œMemang itu tujuan si Bingley tadi pindah ke sini?โ€

โ€œTujuan? Ah, kamu ini ngomong apa, sih! Tapi ya, bisa aja kan dia nanti jatuh cinta sama salah satu dari anak-anak kita, makanya kamu harus dateng ke rumahnya pas dia baru datang nanti.โ€

โ€œMenurutku enggak perlu. Kamu sama anak-anak aja yang pergi ke sana. Atau biar mereka pergi sendiri juga bisa. Malah mungkin lebih bagus, soalnya kamu masih kelihatan cantik jugaโ€”bisa-bisa Mr. Bingley malah suka kamu dibanding anak-anak.โ€

โ€œAduh, Sayang, kamu ngegombal, ya? Aku memang dulu cantik, tapi sekarang enggak merasa spesial lagi. Kalau seorang ibu udah punya lima anak gadis yang dewasa, sebaiknya dia berhenti mikirin kecantikannya sendiri.โ€

โ€œBiasanya sih, emang udah enggak ada yang bisa dipikirin dari situ.โ€

โ€œTapi, Sayang, kamu harus banget dateng ketemu Mr. Bingley pas dia dateng nanti.โ€

โ€œWah, aku enggak janji, ya.โ€

โ€œTolong dong, Sayang, pikirin anak-anak kita. Coba bayangin betapa bagusnya masa depan mereka kalau bisa dapet suami kayak dia. Sir William sama Lady Lucas aja niat dateng cuma gara-gara itu, padahal biasanya mereka enggak pernah peduli sama pendatang baru. Jadi kamu harus pergi, karena kita enggak bisa dateng duluan ke sana kalau kamu belum kenalan sama Mr. Bingley.โ€

โ€œKamu terlalu banyak aturan, deh. Aku yakin Mr. Bingley bakal seneng ketemu kamu. Nanti aku titip surat aja buat dia, bilang aku merestui penuh dia buat nikah sama siapa aja dari anak-anak kitaโ€”walaupun aku sih, mau nitip satu nama: Lizzy.โ€

โ€œEit, jangan coba-coba, ya! Lizzy enggak lebih baik dari yang lain. Dia juga enggak secantik Jane, dan enggak seceria Lydia. Tapi kamu emang selalu lebih sayang sama dia.โ€

โ€œMereka semua enggak ada yang terlalu bisa dibanggain,โ€ jawab Mr. Bennet. โ€œSama aja kayak kebanyakan gadis muda: polos dan enggak ngerti apa-apa. Tapi Lizzy lebih cepat nangkep sesuatu dibanding saudara-saudaranya.โ€

โ€œSayang! Kok kamu tega sih, ngomong gitu soal anak-anak sendiri? Kamu tuh seneng banget bikin aku kesel. Enggak ada belas kasihan sama sekali sama sarafku yang udah lelah ini.โ€

โ€œKamu salah paham, Sayang. Aku justru sangat menghormati sarafmu. Mereka udah jadi teman lamaku. Aku denger kamu ngomongin mereka selama… dua puluh tahun lebih, kan?โ€

โ€œKamu enggak ngerti penderitaanku.โ€

โ€œSemoga kamu kuat, dan masih sempat lihat banyak cowok muda penghasilan empat ribu setahun pindah ke sini.โ€

โ€œEnggak ada gunanya kalau kamu tetap enggak mau dateng kenalan, walaupun ada dua puluh orang kayak gitu sekalipun.โ€

โ€œTenang aja, Sayang. Kalau sampai ada dua puluh orang kayak gitu, aku bakal datengin satu-satu.โ€

Mr. Bennet memang sosok yang unikโ€”perpaduan antara pikiran tajam, humor sarkastik, sifat tertutup, dan kadang suka bertindak semaunya. Bahkan setelah dua puluh tiga tahun menikah, istrinya masih enggak bisa bener-bener ngerti watak suaminya.

Sementara itu, pikiran Mrs. Bennet sendiri jauh lebih gampang ditebak: dia perempuan dengan pemahaman yang pas-pasan, wawasan yang minim, dan mood yang suka berubah. Kalau lagi enggak seneng, dia langsung merasa dirinya โ€œkebanyakan pikiranโ€.

Tujuan hidupnya? Menikahkan semua anak perempuannya. Hiburan hidupnya? Bertamu dan cari kabar terbaru.

Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual) 2 dari 64
Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual)
Kamu sedang membaca sebagai pengunjung. Beberapa bab awal dapat dibaca tanpa akun.
Progres Zona Bebas: 15%

๐Ÿ“ Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual)

×
×