The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
Rp36.750
Lihat di Shopee
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Rp81.750
Lihat di Shopee
The Case-Book of Sherlock Holmes
The Case-Book of Sherlock Holmes
Rp56.250
Lihat di Shopee
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Rp113.050
Lihat di Shopee
Macbeth - William Shakespeare
Macbeth - William Shakespeare
Rp42.500
Lihat di Shopee
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
The Ladies\' Paradise - Émile Zola
Rp110.250
Lihat di Shopee

Bab 2 – Drama Warisan di Norland

• Sense and Sensibility •

👁️ 16 views

SEKARANG Mrs. John Dashwood resmi menjadi nyonya besar di Norland. Sementara itu, ibu mertuanya dan para adik iparnya turun pangkat—dari penghuni rumah jadi tamu. Meski begitu, mereka tetap diperlakukan dengan sopan (meskipun dingin) oleh si menantu baru, dan dengan kebaikan secukupnya oleh John—sebanyak yang bisa dia berikan kepada orang lain di luar dirinya sendiri, istrinya, dan anak mereka.

John benar-benar menyarankan agar mereka tetap tinggal di Norland. Dan karena belum ada rencana lain yang lebih masuk akal menurut Mrs. Dashwood selain tinggal di sana sampai bisa menemukan rumah sendiri di sekitar situ, tawaran itu pun diterima.

Tinggal di tempat yang penuh kenangan manis justru pas sekali dengan kondisi batin Mrs. Dashwood. Waktu sedang bahagia, dia bisa jadi orang paling ceria dan paling optimis di dunia. Tapi saat berduka, imajinasinya juga bisa membawanya terlalu jauh sampai tak bisa dihibur dengan apa pun.

Sementara itu, Mrs. John Dashwood sama sekali tiak setuju dengan rencana suaminya untuk memberikan uang kepada saudara-saudara perempuannya. Menurutnya, memberikan tiga ribu pound ke tiap adik iparnya itu sama aja dengan merampok masa depan anak mereka, si kecil Harry. Dia terus membujuk John untuk berpikir ulang. “Gimana bisa kamu tega ambil uang sebanyak itu dari anakmu sendiri? Anak satu-satunya pula!”

Apalagi, katanya, ketiga perempuan Dashwood itu cuma saudara tiri, bukan saudara kandung. Bagi Fanny, hubungan darah setengah-setengah itu nyaris tidak berarti apa-apa. “Lagian, semua orang tahu anak-anak dari pernikahan berbeda biasanya enggak saling deket,” katanya. “Jadi kenapa kamu harus bangkrut sendiri demi mereka?”

“Tapi itu permintaan terakhir ayahku,” jawab John pelan. “Beliau minta aku untuk bantu istri dan anak-anaknya.”

“Oh, ayolah, waktu bilang begitu pasti beliau sudah setengah tidak sadar. Kalau masih waras, mana mungkin beliau nyuruh kamu kasih separuh hartamu ke orang lain, terus anakmu sendiri dapat apa?”

“Beliau juga tidak menyebut angka tertentu, kok, Sayang. Cuma minta aku bantu mereka sebaik mungkin. Mungkin lebih baik juga kalau semuanya diserahkan ke penilaianku sendiri. Tapi karena aku sudah janji, ya… harus aku tepati. Setidaknya, aku merasa begitu waktu itu. Jadi ya, janji itu sudah terlanjur diucapkan dan harus dijalankan. Aku harus lakukan sesuatu buat mereka kalau nanti mereka pindah dari Norland.”

“Ya sudah, lakukan saja sesuatu, tapi tidak perlu tiga ribu pound juga, kan? Ingat,” lanjut Fanny sambil pasang muka serius, “begitu uang itu keluar, tidak akan bisa balik lagi. Mereka pasti nikah dan uangnya ikut suami mereka. Kecuali kalau uang itu bisa balik lagi buat si kecil Harry…”

The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Rp69.000
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp112.100
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp119.700
Lihat di Shopee
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Rp68.800
Lihat di Shopee
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Rp74.250
Lihat di Shopee
Man Candy - Indah Hanaco
Man Candy - Indah Hanaco
Rp75.050
Lihat di Shopee

“Hmm, iya juga,” jawab John sambil berpikir serius. “Kalau nanti Harry punya banyak anak, tambahan uang segitu bakal sangat berguna.”

“Ya jelas!”

“Bagaimana kalau kita potong saja jadi setengahnya? Lima ratus pound pun sudah peningkatan besar buat hidup mereka!”

“Oh, itu sih luar biasa sekali! Mana ada sih, saudara laki-laki di dunia ini yang sebegitu baiknya? Dan mereka itu bahkan cuma saudara tiri! Kamu memang sangat murah hati!”

“Aku juga tidak mau kelihatan pelit,” ujar John. “Kalau soal beginian, mending kasih lebih daripada kurang. Lagi pula, tidak akan ada yang bilang aku pelit—bahkan mereka sendiri pun pasti tidak bakal mengharap lebih.”

“Yah, kita tidak tahu juga mereka berharap apa,” sahut Fanny, “tapi bukan itu intinya. Yang penting tuh, apa yang benar-benar kamu mampu kasih.”

“Betul juga. Menurutku, aku masih mampu kasih lima ratus pound per orang. Lagipula, tanpa tambahan dari aku pun, mereka bakal dapat lebih dari tiga ribu pound masing-masing waktu ibu mereka meninggal. Itu sudah sangat mencukupi buat gadis-gadis muda seperti mereka.”

“Ya jelas cukup. Bahkan, menurutku, mereka sebenarnya tidak butuh tambahan sama sekali. Total warisan mereka bakal sepuluh ribu pound, kan? Kalau mereka menikah, ya aman. Kalau pun tidak, mereka bisa hidup nyaman bareng-bareng dari bunga uang itu.”

“Benar sekali. Jadi aku berpikir juga, mungkin lebih masuk akal kalau bantu ibunya saja sekarang, selama beliau masih hidup. Bisa dalam bentuk tunjangan tetap tiap tahun. Nanti anak-anaknya juga pasti ikut merasakan manfaatnya. Seratus pound setahun bisa bikin mereka hidup cukup nyaman.”

Tapi Fanny agak ragu soal rencana itu.

“Memang sih,” katanya, “itu lebih baik daripada mengeluarkan seribu lima ratus pound sekaligus. Tapi bagaimana kalau Mrs. Dashwood hidup lima belas tahun lagi? Kita bisa rugi berat!”

“Lima belas tahun? Ah, Fanny sayang, umur beliau tidak akan selama itu, kok…”

“Ya jelas tidak,” kata Fanny, “tapi coba deh kamu perhatikan—kalau seseorang punya tunjangan tahunan, entah bagaimana, hidupnya bisa sangat lama! Dan si nyonya Dashwood itu kelihatan masih sehat-sehat saja, badannya kuat, dan usianya bahkan belum empat puluh. Memberi tunjangan tahunan tuh bukan urusan sepele. Itu akan terus muncul tiap tahun, tidak bisa dihindar, dan tidak ada ujungnya! Kamu tidak sadar betapa repotnya. Aku sudah banyak pengalaman soal seperti ini. Ibuku dulu dibuat repot sekali karena harus bayar tiga tunjangan buat pelayan-pelayan tua, sesuai wasiat ayahku. Percayalah, itu menyebalkan sekali. Dua kali setahun harus transfer, terus repot mengirimnya, belum lagi ada yang katanya meninggal tapi ternyata masih hidup. Ibuku sampai muak sendiri. Katanya, penghasilannya seperti tidak benar-benar miliknya sendiri karena terus-menerus ada tagihan seperti itu. Dan itu makin membuat sesak karena kalau bukan karena wasiat ayahku, semua uang itu bisa jadi milik ibuku sepenuhnya tanpa gangguan sama sekali. Makanya aku merasa trauma sekali dengan yang namanya tunjangan tahunan. Aku tidak bakal mau mengikatkan diri dengan kewajiban seperti itu, bahkan seandainya ditawarkan seluruh dunia sebagai gantinya!”

The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Rp69.000
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp112.100
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp119.700
Lihat di Shopee
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Rp68.800
Lihat di Shopee
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Rp74.250
Lihat di Shopee
Man Candy - Indah Hanaco
Man Candy - Indah Hanaco
Rp75.050
Lihat di Shopee

“Memang tidak enak, sih,” sahut Mr. Dashwood sambil berpikir, “kalau penghasilan kita tiap tahun sudah pasti terpotong buat bayar sesuatu seperti itu. Seperti kata ibumu, kita jadi tidak bebas mengatur duit sendiri. Bayangkan saja, setiap kali uang sewa masuk, langsung kena potong sekian pound. Rasa-rasanya jadi seperti kehilangan kemandirian.”

“Persis! Dan ujung-ujungnya, mereka juga tidak akan berterima kasih. Mereka merasa sudah pasti dapat, jadi kamu cuma dianggap melakukan kewajiban, tidak ada rasa syukur sedikit pun. Kalau aku jadi kamu, semua bantuan yang aku kasih ya murni dari keputusanku sendiri. Aku tidak mau terikat harus memberi sekian-sekian setiap tahun. Karena bisa saja, ada tahun-tahun di mana kita juga sedang sempit dan memberi lima puluh atau seratus pound pun sudah terasa sangat berat.”

“Kamu bener juga, sayang. Lebih baik tidak usah ada tunjangan rutin. Apa pun yang aku kasih sesekali pasti jauh lebih berguna daripada tunjangan tetap. Karena kalau mereka merasa punya pendapatan tetap, bisa-bisa malah gaya hidup mereka naik dan ujung-ujungnya tetap saja tidak punya tabungan. Jadi ya, memberi bantuan lima puluh pound sesekali itu bisa sangat membantu sekali kalau mereka sedang butuh, dan aku pikir itu sudah cukup buat menepati janjiku ke Ayah.”

“Tentu saja cukup. Dan terus terang saja ya, aku yakin ayahmu juga sebenarnya tidak berniat menyuruhmu kasih uang ke mereka. Maksud membantu yang dia katakan itu ya, bantu-bantu yang wajar dan masuk akal. Misalnya, mencarikan rumah kecil yang nyaman buat mereka, bantu-bantu pindahan, dan sesekali mengirimkan ikan atau daging buruan kalau lagi musim. Aku yakin sekali, itu saja yang dia maksud. Karena kalau lebih dari itu, rasanya sih aneh dan tidak masuk akal. Coba pikir deh, sayangku Mr. Dashwood, ibu tirimu dan anak-anaknya itu bakal hidup sangat nyaman dari bunga uang tujuh ribu pound—ditambah lagi seribu pound untuk masing-masing anaknya, yang menghasilkan lima puluh pound setahun per orang. Mereka juga pasti bayar ibunya untuk biaya tinggal. Jadi total penghasilan mereka sekitar lima ratus pound per tahun. Dan serius deh, empat perempuan bisa apa saja sih, dengan penghasilan sebesar itu? Mereka bakal hidup irit sekali. Tidak bakal punya kereta, tidak punya kuda, pelayan juga minimal. Mereka tidak akan sering-sering mengundang tamu, jadi ya tidak ada pengeluaran macam-macam. Coba bayangkan betapa nyamannya hidup mereka! Lima ratus pound per tahun! Aku saja tidak yakin mereka bisa menghabiskan separuhnya. Jadi kalau kamu masih berpikir untuk memberi mereka lebih, itu sih sudah keterlaluan. Malah mereka yang lebih pantas kasih kamu uang!”

The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
The Secret Garden - Frances Hodson Burnett
Rp69.000
Lihat di Shopee
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp112.100
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp119.700
Lihat di Shopee
Winnetou 2 - Karl May
Winnetou 2 - Karl May
Rp68.800
Lihat di Shopee
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Jane Eyre - Charlotte Brontë
Rp74.250
Lihat di Shopee
Man Candy - Indah Hanaco
Man Candy - Indah Hanaco
Rp75.050
Lihat di Shopee

“Wah, kamu benar sekali,” kata Mr. Dashwood sambil mengangguk-angguk. “Sekarang aku jadi semakin paham maksud Ayah. Jelas-jelas yang dia maksud bukan memberi uang banyak-banyak, tapi ya bantuan sewajarnya seperti yang kamu sebut tadi. Kalau nanti ibuku pindah rumah, aku bakal bantu sebisa mungkin. Mungkin memberikan perabotan sedikit, itu juga sudah cukup.”

“Ya, itu bisa dipertimbangkan,” sahut Fanny. “Tapi ada satu hal penting, nih. Waktu ayah dan ibumu dulu pindah ke Norland, semua perabotan rumah lama mereka di Stanhill memang dijual, tapi barang-barang seperti piring-piring porselen, peralatan makan perak, dan linen disimpan. Sekarang semua itu jadi milik ibumu. Jadi nanti begitu dia punya rumah baru, semua sudah hampir lengkap.”

“Itu sih penting juga, ya. Warisan yang sangat lumayan! Tapi jujur saja, aku ingin juga kalau sebagian peralatan makan itu jadi milik kita.”

“Aku setuju! Apalagi set cangkir teh mereka jauh lebih bagus dari yang kita punya di sini. Bahkan menurutku terlalu mewah buat rumah sekecil apa pun yang bisa mereka tinggali. Tapi ya sudahlah, ayahmu cuma memikirkan mereka. Dan satu hal lagi, menurutku kamu tidak punya utang budi apa pun ke ayahmu. Kita semua tahu, kalau bisa, dia pasti berniat memberikan hampir semua miliknya buat mereka.”

Argumen itu benar-benar membuat John tak bisa menolak lagi. Apa yang tadinya masih jadi keraguan, sekarang terasa jelas. Ia akhirnya memutuskan bahwa tidak perlu sama sekali—bahkan malah tidak pantas—untuk melakukan apa pun yang lebih dari sekadar kebaikan ala tetangga yang sopan, seperti yang disarankan istrinya.

Akses Terjemahan Gratis

Kamu hanya bisa membaca 3 bab lagi. Silakan buat akun KlikNovel untuk mengakses semua 52 bab secara GRATIS!

5 bab gratis52 bab total
Daftar Sekarang

Dukung Penulis/Penerjemah Novel Favoritmu

0 Total Vote
0 Pemberi Vote
Rp 0 Komisi Penulis/Penerjemah

💖 Suka baca cerita ini?

Bantu KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel public domain seperti Sense and Sensibility karya Jane Austen ini. Scan QR Code untuk berdonasi via Saweria 🙏

Lihat semua opsi kontribusi

Winnetou 1 - Karl May
Winnetou 1 - Karl May
Rp88.000
Lihat di Shopee
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Laut Bercerita - Leila S. Chudori
Rp98.500
Lihat di Shopee
The Age of Innocence - Edith Wharton
The Age of Innocence - Edith Wharton
Rp92.650
Lihat di Shopee
Romeo Juliet - William Shakespeare
Romeo Juliet - William Shakespeare
Rp50.500
Lihat di Shopee
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
The Phantom of the Opera - Gaston Leroux
Rp51.750
Lihat di Shopee
Dracula - Bram Stoker
Dracula - Bram Stoker
Rp85.000
Lihat di Shopee

📝 Belum ada komentar untuk bab ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

Little Women - Louisa May Alcott
Little Women - Louisa May Alcott
Rp59.250
Lihat di Shopee
Sense and Sensibility - Jane Austen (Shandi Publisher)
Sense and Sensibility - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp108.300
Lihat di Shopee
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Sherlock Holmes - A Study in Sacrlet (Terjemahan)
Rp37.500
Lihat di Shopee
The Sexy Secret - Indah Hanaco
The Sexy Secret - Indah Hanaco
Rp71.250
Lihat di Shopee
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Rp49.500
Lihat di Shopee
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Rp119.700
Lihat di Shopee

• Sense and Sensibility •