Rekomendasi
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Northanger Abbey - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Tarian Kematian - Gustave Flaubert
Lihat Buku
Rekomendasi
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Anne of Green Gables - L. M. Montgomery
Lihat Buku
Rekomendasi
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
The Return of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku

Bab 7 – Jane Sakit, Elizabeth Jalan Kaki ke Netherfield

• Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual) •

👁️ 20 tayangan

KEKAYAAN Mr. Bennet sebenernya cuma berupa tanah yang ngasih pemasukan dua ribu pound per tahun. Sayangnya, tanah itu udah diwarisin secara otomatis ke kerabat jauh karena dia enggak punya anak laki-laki, jadi ya, buat anak-anak perempuannya, itu kabar kurang sedap.

Mrs. Bennet punya warisan juga sih, cukuplah buat hidup layak, tapi enggak bisa nutup kekurangan dari sisi suaminya. Ayahnya dulu pengacara di Meryton dan ninggalin warisan empat ribu pound buat dia.

Mrs. Bennet juga punya saudara—satu kakak perempuan yang nikah sama Mr. Phillips (dulu dia asistennya ayah mereka, habis itu nerusin usaha kantornya), dan satu saudara laki-laki yang tinggal di London dan punya usaha dagang yang cukup terpandang.

Desa tempat tinggal mereka, Longbourn, cuma sekitar satu mil dari Meryton. Lokasi yang perfect buat anak-anak gadis keluarga Bennet, yang bisa-bisa ke sana tiga atau empat kali seminggu. Biasanya sih alasan utamanya buat mampir ke rumah Tante Phillips dan mampir ke toko topi di seberang jalan.

Dua adik paling bontot, Catherine dan Lydia, paling rajin ke sana—soalnya kepala mereka cenderung kosong, jadi kalau enggak ada kegiatan lain, ya jalan ke Meryton jadi hiburan pagi yang pas, sekaligus bahan gosip buat malam harinya. Meski desa-desa sekitar biasanya sepi berita, mereka selalu aja pulang dengan cerita baru dari tante di sana.

Nah, belakangan ini, berita dan kebahagiaan mereka makin lengkap karena satu resimen milisi baru aja datang dan bakal stay selama musim dingin. Meryton jadi markas utama mereka.

Kunjungan ke rumah Tante Phillips sekarang selalu penuh update seru. Tiap hari mereka dapet info baru soal nama-nama perwira dan koneksi mereka. Tempat kos para perwira juga cepet banget ketahuan. Enggak butuh waktu lama sampai mereka mulai kenal langsung sama para perwira.

Mr. Phillips bahkan kenalan sama semuanya, dan itu jadi gerbang kebahagiaan baru buat para keponakannya. Sekarang topik obrolan mereka cuma satu: perwira-perwira tampan itu. Buat Catherine sama Lydia, harta sebesar milik Charles Bingley enggak ada artinya dibanding seragam tentara yang dipake letnan muda.

Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Burmese Days - George Orwell
Burmese Days - George Orwell
Lihat Buku

Suatu pagi, setelah lama denger celotehan anak-anaknya soal para perwira, Mr. Bennet dengan santai nyeletuk, “Dari cara kalian ngobrol, sepertinya kalian berdua ini gadis paling tolol di seluruh negeri. Aku udah curiga dari dulu, tapi sekarang aku yakin.”

Catherine langsung diem, jadi agak malu. Namun Lydia malah santai banget, tetep nyerocos soal betapa kerennya Kapten Carter dan betapa dia berharap banget bisa ketemu hari itu, soalnya si Kapten bakal berangkat ke London besok pagi.

“Aku heran deh, Sayang,” celetuk Mrs. Bennet, “masa kamu segampang itu bilang anak-anakmu sendiri tolol, sih? Kalo aku mau ngeremehin anak-anak, ya bukan anakku sendiri, dong!”

“Kalo anak-anakku emang beneran tolol, ya aku mesti sadar diri, kan?”

“Ya, tapi kenyataannya mereka semua pinter-pinter, kok.”

“Yah, menurutku di sinilah satu-satunya hal yang bikin kita beda pendapat. Aku kira kita selalu sejalan, tapi kalo soal ini aku musti jujur: dua anak perempuan kita yang paling muda ini sungguh luar biasa bodohnya.”

“Duh, Sayang, kamu jangan berharap anak-anak gadis seumuran mereka punya akal bijak kayak kita. Nanti juga kalau udah tua, mereka enggak bakalan mikir soal perwira lagi. Aku juga inget, dulu aku suka banget sama cowok berseragam merah—jujur aja, sampe sekarang pun masih diem-diem suka. Jadi kalo misalnya ada kolonel muda yang ganteng, punya penghasilan lima-enam ribu pound per tahun, mau sama salah satu anakku, aku sih enggak bakal nolak! Dan aku rasa malam itu si Kolonel Forster keliatan ganteng banget pakai seragam pas di acara Sir William.”

“Mama!” sela Lydia, “Tante bilang Kolonel Forster sama Kapten Carter sekarang enggak sesering dulu lagi ke rumahnya Miss Watson. Mereka sekarang sering banget keliatan nongkrong di perpustakaan Clarke!”

Mrs. Bennet mau jawab, tapi keburu ada pelayan dateng bawa surat buat Jane. Surat itu dari Netherfield, dan si pelayan nunggu jawaban sekarang juga. Mata Mrs. Bennet langsung berbinar dan dia buru-buru nyeletuk sambil Jane baca isi suratnya:

Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Burmese Days - George Orwell
Burmese Days - George Orwell
Lihat Buku

“Gimana, Jane? Dari siapa tuh? Soal apa? Apa katanya? Ayolah, cepetan dibaca! Jangan lama-lama, Sayang!”

“Ini dari Miss Caroline Bingley,” kata Jane, terus baca suratnya keras-keras:

Sahabatku tersayang,
Kalau kamu enggak mau berbaik hati dateng ke sini dan makan siang bareng aku sama Louisa hari ini, kita bisa-bisa bakalan saling benci seumur hidup. Soalnya ngobrol berdua seharian antar cewek tuh, ujung-ujungnya pasti berantem. Jadi, cepetan ke sini ya begitu kamu nerima surat ini. Kakakku dan cowok-cowok lain bakal makan malam bareng para perwira.

Salam sayang,
Caroline Bingley.

“Bareng para perwira?!” seru Lydia. “Lho, kenapa Tante enggak bilang-bilang soal itu?”

“Makan malam di luar rumah,” gumam Mrs. Bennet, “waduh, kurang beruntung nih.”

“Aku boleh pakai kereta, enggak?” tanya Jane.

“Jangan, Sayang. Lebih baik kamu naik kuda aja. Soalnya kayaknya bakal hujan, jadi kamu sekalian aja nginep di sana.”

“Wah, itu sih ide bagus,” komentar Elizabeth, “asalkan mereka enggak nawarin buat nganterin dia pulang malemnya.”

“Oh, tapi kan para pria bakal make kereta Mr. Bingley ke Meryton. Sedangkan keluarga Hurst enggak punya kuda buat kereta mereka.”

“Aku sebenernya lebih suka naik kereta, sih.”

“Tapi ayahmu enggak bisa pinjemin kudanya, Sayang. Kudanya lagi dibutuhin buat kerja di ladang. Iya kan, Sayang?”

“Kudanya lebih sering dipake di ladang ketimbang aku pake sendiri.”

“Kalo sekarang kudanya lagi enggak dipake,” celetuk Elizabeth, “berarti tujuan Ibu tercapai, dong.”

Akhirnya Jane berhasil juga maksa ayahnya ngaku kalo kuda-kuda mereka udah dipesen orang. Mau enggak mau, dia pun harus pergi naik kuda.

Ibunya nganter sampe ke pintu sambil senyum-senyum dan ngelempar ramalan “cerah”—dalam arti semoga cuaca hari ini benar-benar buruk. Dan ternyata bener: belum lama Jane pergi, hujan deras langsung turun. Kakak-adiknya mulai khawatir, tapi ibunya justru seneng bukan main.

Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Burmese Days - George Orwell
Burmese Days - George Orwell
Lihat Buku

“Haha! Ini ide brilianku, kan?” kata Mrs. Bennet berkali-kali, seolah-olah hujan deras itu turun karena rencananya sendiri. Tapi dia baru sadar betapa “suksesnya” rencana itu keesokan paginya.

Pas sarapan baru aja selesai, datanglah seorang pelayan dari Netherfield bawa surat untuk Elizabeth:

Lizzy sayang,
Aku ngerasa enggak enak badan pagi ini. Kayaknya sih, gara-gara kehujanan kemarin. Temen-temen di sini enggak ngizinin aku pulang sebelum sembuh. Mereka juga ngotot manggil Mr. Jones—jadi jangan kaget kalo denger aku diperiksa dokter. Tapi tenang aja, cuma radang tenggorokan dan pusing dikit kok.

Salam, Jane.

Setelah Elizabeth baca surat itu, Mr. Bennet langsung komentar, “Yah, kalau anakmu sampe sakit parah, atau… ya amit-amit, meninggal, paling enggak kita tahu dia ngelakuin ini demi ngejar Mr. Bingley. Dan atas perintahmu.”

“Oh, aku enggak khawatir dia bakalan is dead. Cuma pilek biasa, orang enggak akan mati karena itu. Lagipula, dia pasti dirawat dengan baik di sana. Selama dia tetep di Netherfield, aku enggak khawatir. Aku pasti bakal langsung jenguk dia—kalo aja kita punya kereta.”

Elizabeth, yang bener-bener cemas sama keadaan Jane, mutusin untuk tetep pergi ke Netherfield meski tanpa kereta. Karena dia juga enggak bisa naik kuda, satu-satunya opsi adalah jalan kaki. Dan dia pun nyatain niatnya itu.

“Aduh, kamu kok bisa-bisanya mau jalan kaki dalam cuaca kayak gini!” seru ibunya. “Pasti bajumu belepotan semua pas nyampe sana.”

“Aku enggak masalah kelihatan kotor. Yang penting bisa ketemu Jane.”

“Ini kode ya, Lizzy?” tanya ayahnya sambil senyum, “Kamu mau minta dikirimin kuda?”

“Enggak kok, aku emang niat jalan kaki. Tiga mil itu enggak seberapa kalo kita punya alasan yang kuat. Aku pasti pulang sebelum makan malam.”

(Sebagai gambaran buat yang enggak familiar sama satuan mil, 1 mil itu setara 1,609 km. Jadi 3 mil kira-kira 4,8 km).

“Aku kagum sama niat baikmu,” komentar Mary, “tapi semua tindakan itu harus seimbang dengan logika. Menurutku, usaha seharusnya sesuai sama kebutuhan.”

Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Burmese Days - George Orwell
Burmese Days - George Orwell
Lihat Buku

“Kami ikut sampe Meryton aja, ya?” kata Catherine dan Lydia.

Elizabeth setuju, dan mereka bertiga pun berangkat bareng. Di jalan, Lydia nyeletuk, “Kalo kita bisa jalan lebih cepet, mungkin bakalan ketemu Kapten Carter sebelum dia pergi!”

Sesampainya di Meryton, Catherine sama Lydia belok ke rumah istri salah satu perwira. Sementara itu Elizabeth ngelanjutin perjalanan sendiri, nyeberangi ladang demi ladang dengan langkah cepat, lompat pagar, dan loncat-loncat buat menghindari genangan air. Begitu rumah tujuan mulai kelihatan, dia udah ngos-ngosan, sepatunya kotor, kaos kakinya penuh lumpur, dan wajahnya merah karena capek sekaligus gerah.

Dia langsung dibawa ke ruang sarapan, di mana semua orang udah kumpul kecuali Jane. Kedatangannya bikin semua orang kaget. Jalan kaki sejauh tiga mil pagi-pagi dalam cuaca kayak gitu—dan sendirian pula—benar-benar susah dipercaya buat Louisa alias Mrs. Hurst dan Caroline Bingley.

Elizabeth bisa ngelihat jelas kalo mereka memandang rendah dirinya. Namun meski begitu, mereka tetep kasih sambutan dengan ramah.

Sementara yang cowok, Charles Bingley, lebih dari sekadar sopan—dia ramah dan hangat. Fitzwilliam Darcy cuma berkata sedikit, dan Mr. Hurst enggak ngomong sama sekali.

Fitzwilliam Darcy kelihatan bingung antara takjub ngelihat pipi Elizabeth yang merah merona karena olahraga, plus heran kenapa gadis itu bisa nekat dateng sendirian sejauh itu.

Sementara Mr. Hurst, pikirannya cuma fokus di menu sarapan.

Pas Elizabeth nanyain kondisi Jane, jawabannya enggak terlalu meyakinkan. Jane katanya semaleman tidurnya enggak nyenyak, demam, dan belum cukup kuat buat keluar kamar. Elizabeth pun langsung minta untuk dibawa ke lantai atas.

Jane, yang sebenernya sejak tadi berharap Elizabeth dateng tapi takut ngerepotin saudarinya, kelihatan seneng banget pas ngelihat adiknya. Cuma karena masih lemah, dia enggak bisa banyak ngomong selain ngucapin terima kasih atas perhatian luar biasa dari semua orang. Elizabeth pun nemenin dia dalam diam.

Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Northanger Abbey - Jane Austen (Mizan)
Lihat Buku
Rekomendasi
Animal Farm - George Orwell
Animal Farm - George Orwell
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Sherlock Holmes - The Sign of Four
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Emma - Jane Austen (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
Emma - Jane Austen
Emma - Jane Austen
Lihat Buku
Rekomendasi
Burmese Days - George Orwell
Burmese Days - George Orwell
Lihat Buku

Beres sarapan, para wanita lain ikut naik ke atas. Elizabeth mulai ngerasa simpati ke mereka pas ngelihat gimana mereka merhatiin Jane.

Dokter pun dateng, ngecek kondisi Jane, dan bilang kalo dia emang kena flu berat dan harus segera istirahat total. Dokter nyaranin Jane balki ke tempat tidur dan janji bakalan ngirim obat.

Jane nurut, apalagi gejalanya makin parah—demam tinggi dan kepala makin sakit. Elizabeth sama sekali enggak ninggalin kakaknya, dan para wanita lain juga sering nemenin. Karena para pria lagi keluar, emang enggak ada kegiatan lain yang bisa dilakuin juga, sih.

Jam tiga sore, Elizabeth ngerasa dia musti pulang dan dengan berat hati dia bilang gitu. Caroline Bingley nawarin kereta, dan Elizabeth yang terus-terusan dibujuk sebenernya tinggal sedikit lagi mau. Cuma Jane keliatannya sedih banget pas tahu adiknya mau pergi, sampe-sampe Miss Bingley akhirnya ngubah tawarannya: bukan sekadar dianter pulang, tapi ngundang Elizabeth untuk sekalian tinggal di Netherfield dulu.

Elizabeth pun dengan senang hati nerima tawaran itu, dan pelayan dikirim ke Longbourn untuk ngasih tahu keluarga Bennet serta bawa baju ganti.

Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual) 8 dari 64
Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual)
Kamu sedang membaca sebagai pengunjung. Beberapa bab awal dapat dibaca tanpa akun.
Progres Zona Bebas: 62%

💝 Suka terjemahan ini?

Dukung KlikNovel menerjemahkan lebih banyak novel klasik seperti Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual).

Rekomendasi
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Pride and Prejudice - Jane Austen (Terjemahan)
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Persuasion - Jane Austen (Buku NR)
Lihat Buku
Rekomendasi
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Merahnya Merah - Iwan Simatupang
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes - A Study in Scarlet
Sherlock Holmes - A Study in Scarlet
Lihat Buku
Rekomendasi
Romeo Juliet - William Shakespeare
Romeo Juliet - William Shakespeare
Lihat Buku
Rekomendasi
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Sherlock Holmes - The Hound of the Baskervilles
Lihat Buku

📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!

Rekomendasi
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Sherlock Holmes Short Stories #3 - Sir Arthur Conan Doyle
Lihat Buku
Rekomendasi
Poirot\\\\\\\'s Early Cases - Agatha Christie
Poirot\\\\\\\'s Early Cases - Agatha Christie
Lihat Buku
Rekomendasi
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde - Robert Louis Stevenson
Lihat Buku
Rekomendasi
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Persuasion and Lady Susan (Shandi Publisher)
Lihat Buku
Rekomendasi
Northanger Abbey - Jane Austen (Gramedia)
Northanger Abbey - Jane Austen (Gramedia)
Lihat Buku
Rekomendasi
The Adventures of Sherlock Holmes
The Adventures of Sherlock Holmes
Lihat Buku

Pride and Prejudice (Terjemahan Kasual)

×
×