Bab I – Tentang Peristiwa sebelum Perselisihan
LEDA, istri Tindareus, Raja Sparta, melahirkan seorang putri bernama Helena—yang kelak tumbuh menjadi perempuan tercantik di seluruh muka bumi. Helena menikah dengan Menelaos, putra Atreus, dan untuk sementara waktu ia hidup tenteram bersama suaminya, melahirkan seorang putri yang diberi nama Hermione.
Namun, suatu ketika datanglah ke istana Menelaos—yang pada saat itu telah menjadi Raja Sparta—seorang pemuda bernama Paris, putra kedua dari Raja Priamos di Troya. Menelaos menyambutnya dengan penuh keramahan, tetapi Paris membalas kebaikan itu dengan kejahatan: ia membawa lari istri Menelaos, Helena yang cantik jelita, dan turut mengambil banyak harta benda milik sang raja.
Maka Menelaos, bersama dengan kakak laki-lakinya, Agamemnon—yang merupakan penguasa tertinggi seluruh bangsa Yunani—mendatangi semua kepala suku dan memohon bantuan mereka untuk membalas ketidakadilan ini.
Demikianlah terkumpul sebuah pasukan besar, bahkan mencapai seratus ribu orang, dengan seribu seratus delapan puluh enam kapal. Di Aulis, sebuah kota di Eubea, mereka berkumpul; dan dari Aulis mereka menyeberang ke Troya.
Para pemimpin utama pasukan itu adalah sebagai berikut:
Pertama, kedua bersaudara putra Atreus.
Kemudian Diomedes, putra Tideus, bersama dengan Sthenelos.
Nestor, putra Neleus, yang telah hidup melewati tiga generasi manusia fana.
Odysseus, putra Laertes, dari Ithaka.
Thoas, orang Aetolia.
Idomeneus, Raja Kreta, dan Meriones menyertainya.
Tlepolemus, putra Herakles, dari Rodos.
Eumelus, putra Admetus dan Alkestis, dari Thessalia.
Dan yang terkuat serta paling berani di antara semuanya: Akhilles, dan bersamanya Patroklos.
Selama sembilan tahun lamanya orang-orang Yunani mengepung kota Troya. Memang, mereka unggul di medan pertempuran, tetapi tidak mampu menembus tembok-tembok kota itu.
Karena telah bertahun-tahun meninggalkan rumah mereka, mereka pun kekurangan banyak hal yang diperlukan. Karena itu, menjadi kebiasaan mereka untuk meninggalkan sebagian pasukan guna mengawasi kota, sementara sebagian lainnya pergi menjarah kota-kota di daerah sekitarnya.
Dan dari kebiasaan inilah timbul perselisihan besar yang kemudian mendatangkan begitu banyak petaka bagi seluruh pasukan.
📝 Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!




Silakan login untuk meninggalkan komentar.