Bab IV – Duel Paris dan Menelaos
MAKA kedua pasukan pun saling mendekati medan pertempuran. Dengan pekik yang riuh orang-orang Troya maju ke depan, gemuruh bagaikan kawanan burung bangau ketika mereka terbang ke selatan menjauhi musim dingin dan hujan.
Akan tetapi orang-orang Yunani berbaris dalam keheningan, bertekad untuk saling mendukung dalam pertempuran; dan di bawah kaki mereka membubung awan debu yang tebal, bagaikan kabut yang dibawa angin selatan melintasi puncak-puncak gunungβkabut yang dibenci sang gembala, tetapi lebih disukai sang pencuri daripada malam.
Mereka hampir saja bertempur, ketika dari barisan Troya muncullah Paris. Ia mengenakan kulit macan tutul di bahunya, membawa busur dan pedang, dan di kedua tangannya sebatang tombak. Dengan suara nyaring ia menantang orang-orang Yunani untuk mengirimkan prajurit paling pemberani mereka bertarung dengannya.
Menelaos melihat Paris dan bersukacita, karena ia tahu bahwa kini kesempatan untuk membalas dendam kepada orang yang telah begitu menyakitinya telah tiba. Bagai seekor singa yang sangat lapar bersukacita ketika menemukan seekor rusa atau kambing hutanβdilahapnya mangsanya, dan ia tidak akan terusik oleh anjing atau pemburu. Menelaos melompat turun dari keretanya dan berlari menyongsong musuhnya; tetapi Paris menjadi takut ketika melihat Menelaos, dan melarikan diri kembali ke barisan kawan-kawannya, sebagaimana seorang lelaki mundur tergesa-gesa ketika tanpa sengaja di sebuah lembah pegunungan ia bertemu seekor ular.
Namun Hektor melihatnya dan menegur: “Rupawan engkau untuk dipandang, Paris, tetapi tidak berharga. Pastilah orang-orang Yunani akan menghina kita jika mereka menganggap dirimu prajurit paling berani kita, karena engkau berpenampilan megah. Tetapi engkau pengecut; namun engkau berani menyeberangi lautan dan membawa pergi Helena yang cantik.
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.