Bab XX – Pembuatan Baju Zirah
SEMENTARA itu di perkemahan orang-orang Yunani, mereka berkabung untuk Patroklos. Dan Akhilles berdiri di antara para Myrmidon-nya dan berkata:β
“Sia-sialah janji yang kuucapkan kepada Menoitios bahwa aku akan membawa kembali putranya dengan bagian jarahan Troya. Tetapi Zeus tidak menggenapi pikiran manusia. Karena dia terbaring mati, dan aku tidak akan kembali ke rumah Peleus, ayahku, karena aku pun harus mati di negeri ini. Tetapi engkau, hai Patroklos, tidak akan kukubur sampai aku bawa ke sini kepala dan senjata Hektor, dan dua belas orang Troya untuk kubunuh di tumpukan kayu pemakamanmu.”
Maka mereka memandikan mayat Patroklos dan mengurapinya, menaruh salep berusia sembilan tahun ke dalam luka-lukanya, dan membaringkannya di atas tempat tidur, dan menutupinya dengan kain lenan dari kepala sampai kaki, dan membentangkan jubah putih di atasnya.
Sepanjang malam para Myrmidon berkabung untuk Patroklos yang mati; dan Zeus berkata kepada Hera:β
“Jadi engkau telah mendapatkan kehendakmu, dan telah membangkitkan Akhilles yang cepat kaki. Sungguh engkau seperti seorang ibu bagi orang-orang Yunani!”
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.