Bab VI – Diomedes nan Gagah Berani
KETIKA kedua pasukan telah bertemu di satu tempat, mereka saling menghantam dengan perisai dan tombak; dan terdengarlah benturan besar perisai yang saling bertemu, kulit demi kulit. Kemudian timbulah rintihan besar dari mereka yang tersungkur, dan pekik kemenangan dari para pemenang; dan tanah mengalir dengan darah.
Sebagaimana dua aliran deras yang membengkak karena hujan musim dingin menyatukan air mereka di jurang yang dalam di pertemuan dua lembah, dan para gembala mendengar deru itu dari kejauhan di antara bukit-bukit, demikianlah, dengan suara yang dahsyat dan kekacauan yang besar, kedua pasukan itu bertemu.
Antilokhos, putra Nestor, adalah orang pertama yang membunuh seorang Troya, bernama Echepolos, menebasnya melalui ketopong di dahinya. Bagai menara Echepolos jatuh, dan Elphenor dari Eubea berusaha menyeretnya pergi, untuk merampas senjatanya. Tetapi Agenor menebas Elphenor dengan tombak ketika ia membungkuk, sehingga memperlihatkan lambungnya untuk menerima luka.
Dahsyat pertarungan di sekitar mayatnya. Bagai serigala, orang-orang Troya dan Yunani saling menerjang. Dan Aias Telamon membunuh Simoeisios (demikian mereka menamainya, karena ia lahir di tepi Simois). Ia jatuh seperti pohon poplar tumbang, dan Antiphon, putra Raja Priamos, membidik Aias, tetapi meleset, dan membunuh Leukos, kawan pemberani Odysseus.
Dan Odysseus, dengan amarah yang besar, melangkah melalui para pejuang terdepan, mengacungkan tombaknya, dan putra-putra Troya mundur, dan ketika ia melemparkan tombaknya, ia membunuh DemokoΓΆn, seorang putra Priamos. Maka Hektor dan barisan terdepan Troya terdesak mundur, sampai Apollo berseru dari puncak Pergamos:
Mau Lanjut Baca?
Kamu sudah mencapai batas bebas baca 5 bab awal novel ini sebagai tamu. Buat akun Reader gratis untuk melanjutkan membaca.
π Belum ada komentar dari pembaca. Jadilah yang pertama berkomentar!



Silakan login untuk meninggalkan komentar.